logo


Gedung Capitol Diacak-acak Pendukung Trump, Hizbullah: Demokrasi Amerika adalah Kebohongan

Pemimpin Hizbullah mengatakan bahwa insiden kerusuhan di AS mencerminkan tindakan kejahatan Donald Trump

9 Januari 2021 13:00 WIB

Pendukung Trump yang melakukan penyerbuan ke Gedung Capitol di Washington DC pada Rabu (6/1)
Pendukung Trump yang melakukan penyerbuan ke Gedung Capitol di Washington DC pada Rabu (6/1) Al Jazeera

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Pemimpin kelompok Hizbullah, Hassan Nasrallah mengatakan bahwa insiden kerusuhan di Gedung Capitol, Washington DC, Ameriks Serikat pada Rabu pekan ini adalah salah satu bukti tindak kejahatan yang dilakukan oleh Donald Trump selama masa jabatannya sebagai presiden AS.

"Apa yang disaksikan oleh rakyat Amerika Serikat (pada Rabu) adalah sebagian kecil dari tindak kejahatan Donald Trump yang ia lakukan selama empat tahun masa pemerintahannya (seperti halnya) di Suriah, Irak dan Yaman," kata Nasrallah dalam sebuah siaran televisi Lebanon, dikutip Rusia Today.

Ia menambahkan bahwa saat ini Donald Trump juga mengaplikasikan skenario yang sama di Amerika Serikat dan membunuh rakyatnya sendiri.


Iran Tak Akan Paksa AS Masuk ke Perjanjian Nuklir 2015

Untuk diketahui, seorang petugas kepolisian AS dan empat orang pendukung Trump tewas saat ribuan massa menerobos masuk dan mengacak-acak Gedung Capitol guna mencegah pihak Kongres untuk secara resmi mengesahkan kemenangan Joe Biden pada Pilpres AS November 2020 lalu.

"Ini menunjukkan bahwa Demokrasi Amerika adalah kebohongan, dan sangat berbahaya membiarkan seseorang seperti Trump untuk menjalankan (pemerintahan) sebagai presiden," tambahnya.

Nasrallah juga menjelaskan bahwa insiden kerusuhan di pusat pemerintahan AS tersebut akan "menimbulkan dampak secara global". Ia juga berharap proses transisi pemerintahan hingga Joe Biden secara resmi dilantik menjadi presiden AS pada 20 Januari mendatang berjalan dengan lancar.

Korea Utara Akan Tingkatkan Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Ancaman Serangan dari AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia