logo


Korea Utara Akan Tingkatkan Senjata Nuklirnya untuk Hadapi Ancaman Serangan dari AS

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan persenjataan nuklir mereka untuk menghadapi ancaman serangan nuklir dari AS

9 Januari 2021 12:00 WIB

istimewa

PYONGYANG, JITUNEWS.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong un mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mengakhiri kebijakan bermusuhan dengan Korea Utara untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Hal tersebut dilaporkan oleh kantor berita Yonhap pada Sabtu (9/1).

Menurut Kim, Korea Utara harus terus mengembangkan persenjataan nuklir mereka, dimana persenjataan tersebut hanya digunakan jika Amerika Serikat melakukan serangan nuklir kepada mereka.

Ia juga menyebut negara "Paman Sam" sebagai "musuh terbesar" Korea Utara.


Varian Baru Covid-19 Kemungkinan Sudah Berevolusi di AS, Lebih Menular Daripada Varian Inggris

"Hal ini perlu dilakukan untuk secara aktif untuk secara sepenuhnya mencegah serta mengendalikan ancaman militer yang dipaksakan di Semenanjung Korea, meningkatkan teknologi nuklir, mengurangi ukuran dan berat serta meningkatkan kekuatan strategis senjata nuklir," kata Kim, seperti dikutip Yonhap.

Kim menambahkan bahwa senjata nuklir perlu dikembangkan untuk digunakan dalam perang modern dalam berbagai macam cara, tergantung dari target dan tugas operasionalnya.

Pembahasan mengenai denuklirisasi telah tertunda sejak pertemuan terakhir antara kedua negara digelar di Hanoi, Vietnam, pada 2019 lalu. Proses negosiasi tersebut bertujuan untuk melakukan normalisasi hubungan antara AS, Korea Utara dan Korea Selatan, serta adanya pencabutan sanksi yang dijatuhkan oleh Washington terhadap Pyongyang. namun, Donald Trump secara sepihak memutuskan keluar dari negosiasi tersebut setelah mendengar usulan terkait pencabutan sanksi terhadap Korea Utara.

Iran Tak Akan Paksa AS Masuk ke Perjanjian Nuklir 2015

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia