logo


Iran Tak Akan Paksa AS Masuk ke Perjanjian Nuklir 2015

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memaksa pemerintah AS untuk kembali bergabung ke dalam perjanjian nuklir 2015 (JCPOA).

9 Januari 2021 11:30 WIB

Ayatollah Khamenei.
Ayatollah Khamenei. Reuters

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei memberikan sebuah ultimatum kepada Amerika Serikat untuk segera mencabut sanksi ekonomi yang mereka jatuhkan kepada Teheran. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pihaknya tidak terlalu "ngoyo" dalam menunggu Washington untuk kembali bergabung ke dalam perjanjian nuklir 2015.

Dalam sebuah pidatonya yang disiarkan pada Jumat (8/1), Khamenei mengatakan bahwa pihaknya tidak memaksa AS untuk kembali bergabung ke JCPOA, yang membatasi pengembangan nuklir Iran. Khamenei hanya mendesak As untuk mencabut sanksi yang menghancurkan perekonomian Iran.

"Sanksi adalah sebuah tindakan kejahatan dan pengkhianatan terhadap Iran dan harus segera dicabut," kata Khameni dikutip Sputniknews.


Joe Biden Sebut Trump Sudah Bikin Malu AS di Mata Dunia

"Tapi kita juga harus menyusun rencana perekonomian kita agar dapat menjalankan (perekonomian) negara dengan baik meski (ada) sanksi," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah Iran meningkatkan penggunaan kadar uranium hingga 20 persen pada fasilitas pengembangan nuklir mereka. Langkah yang memicu protes dari Uni Eropa dan negara lainnya.

"Saat pihak lain tidak mengimplementasikan komitmen mereka sebagai bagian dari JCPOA, tidak ada artinya bagi Republik Islam (Iran) untuk mengimplementasikan semua komitmen di bawah JCPOA," lanjutnya.

"Jika mereka kembali kepada komitmen awal, kita juga akan melakukannya," tandasnya.

Trump Dikhawatirkan Akan Nyatakan Perang dengan Iran sebelum Joe Biden Dilantik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia