logo


Tak Ingin Transisi Pemerintahan AS Kacau, Facebook Bisa Blokir Permanen Akun Donald Trump

CEO Facebook Mar Zuckerberg mengatakan bahwa Trump bermaksud memanfaatkan sisa jabatannya sebagai presiden AS untuk mengacaukan proses transisi pemerintahan kepada Joe Biden

8 Januari 2021 16:30 WIB

CEO Facebook Mark Zuckerberg - The Telegraph
CEO Facebook Mark Zuckerberg - The Telegraph

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Pihak Facebook mengatakan bahwa mereka akan memblokir akun milik Presiden AS Donald Trump setidaknya selama dua minggu ke depan dan mungkin secara permanen. CEO Mark Zuckerberg menilai ada resiko yang terlalu besar jika mereka tetap mengizinkan Donald Trump untuk menggunakan platform media sosial tersebut.

Selain Facebook, pemblokiran akun Donald Trump, yang merupakan sanksi yang signifikan bagi akun seorang presiden, juga dilakukan oleh sejumlah platform media sosial lain seperti Twitter.

Sejumlah perusahaan raksasa teknologi tersebut sejauh ini telah berjuang untuk melakukan tindakan tegas terkait sejumlah postingan Presiden AS tersebut.


Joe Biden Sebut Pendukung Trump yang Serbu Gedung Capitol sebagai Teroris Domestik

Seperti diketahui, Donald Trump seringkali menggunakan akun media sosialnya untuk menyebarkan klaim tak berdasarnya mengenai berbagai macam hal, terlebih tentang adanya tindak kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres 3 November lalu yang memicu para pendukungnya untuk menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1). Empat orang tewas dalam kerusuhan tersebut.

"Peristiwa yang mengejutkan dalam 24 jam terakhir dengan jelas menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bermaksud menggunakan sisa waktunya di Gedung Putih untuk merusak transisi kekuasaan yang damai dan resmi kepada penggantinya yang terpilih, Joe Biden," kata Zuckerberg dalam sebuah posting Facebook pada hari Kamis (7/1).

Dia mengatakan bahwa tindakan pemblokiran halaman Facebook Donald Trump yang memiliki 35 juta pengikut tersebut akan diberlakukan setidaknya sampai Presiden terpilih Joe Biden resmi menjabat pada 20 Januari. Pemblokiran juga akan diberlakukan untuk akun instagram Trump.

Buntut Kerusuhan di Gedung Capitol, AS Jadi Bahan Ejekan Media China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×