logo


Begini Reaksi Menohok China soal Pendukung Trump yang Buat Kerusuhan di Washington

China membandingkan insiden kerusuhan di Gedung Capitol Washington DC, Amerika Serikat, dengan aksi kerusuhan yang terjadi di Hong Kong pada 2019 lalu

7 Januari 2021 20:27 WIB

Massa pendukung Donald Trump berunjuk rasa di depan Gedung Capitol, Washington DC pada Rabu (6/1)
Massa pendukung Donald Trump berunjuk rasa di depan Gedung Capitol, Washington DC pada Rabu (6/1) Reuters

BEIJING, JITUNEWS.COM - Media China pada Kamis (7/1) membuat persamaan antara penyerbuan Gedung Capitol AS oleh pendukung Presiden Donald Trump dengan aksi protes pro-demokrasi yang sering disertai dengan kekerasan pada tahun 2019 lalu di Hong Kong. Namun, mereka mencatat bahwa tidak ada satu pun korban tewas ketika demonstran mengambil alih badan legislatif Hong Kong.

Klip adegan "kacau" dari Washington ditayangkan berulang-ulang pada siaran televisi milik pemerintah China.

Juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying dalam briefing harian mengatakan bahwa saat badan legislatif Hong Kong diserang oleh aktivis pro-demokrasi pada 2019, tidak ada seorang demonstran yang meninggal". Padahal, lanjutnya, insiden Hong Kong tersebut "lebih parah" daripada di Washington.


Trump dan Pendukungnya Harus Terima Keputusan, Berikut Beberapa Reaksi Pemimpin Dunia terkait Kerusuhan di Washington

Seperti yang diketahui, hubungan kedua negara saat ini memang tengah berada di titik terendahnya usai terlibat perseteruan di berbagai isu, mulai dari perang dagang, UU Keamanan Nasional, demokrasi Hong Kong, hingga Covid-19.

Pihak Kepolisian Washington mengatakan bahwa setidaknya ada empat orang tewas dan 52 ditangkap setelah pendukung Trump tersebut menyerbu Capitol AS pada hari Rabu (6/1). Mereka melakukan hal tersebut untuk mendesak Kongres agar tidak memberikan sertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

“Kami juga berharap agar rakyat AS dapat menikmati perdamaian, stabilitas, dan keamanan secepat mungkin,” kata Hua dikutip Reuters.

Pada kesempatan tersebut, Hua juga mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang mengatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada semua pihak yang terlibat dalam aksi penangkapan lebih dari 50 orang aktivis pro demokrasi Hong Kong dan akan mengirim duta besar AS untuk PBB untuk mengunjungi Taiwan.

Pendukungnya Bikin Onar di Gedung Capitol, Sejumlah Akun Media Sosial Trump Diblokir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia