logo


Australia Desak China Segera Beri Ijin Masuk Tim Peneliti Covid-19 WHO

Menteri Luar Negeri Australia meminta China untuk segera memberikan ijin masuk kepada tim peneliti WHO yang akan segera melakukan investigasi terkait asal usul virus tersebut

7 Januari 2021 15:45 WIB

Menlu Australia Marise Payne
Menlu Australia Marise Payne South China Morning Post

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne pada Kamis (7/1) mengatakan bahwa pemerintah China harus segera memberikan akses kepada tim peneliti Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang akan melakukan penyelidikan terkait asal-usul COVID-19 "tanpa penundaan".

Awal pekan ini, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan bahwa dirinyaa "sangat kecewa" karena otoritas China hingga saat ini masih belum mengizinkan tim ahli virus corona internasional untuk masuk ke dalam wilayahnya.

“Kami berharap izin yang diperlukan untuk perjalanan tim WHO ke China dapat dikeluarkan tanpa penundaan,” kata Payne dikutip Reuters.


Penjualan Mobil Minim, Honda Putuskan Cabut dari Rusia pada 2022 Mendatang

Payne menegaskan kembali pentingnya studi ilmiah yang diselenggarakan WHO dan mengatakan: "Kami menantikan temuan dari misi lapangan internasional di China".

Menurut pantauan Reuters, Virus corona Covid-19 diyakini pertama kali muncul di kota Wuhan di China tengah pada akhir 2019. Sejak itu, virus tersebut menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menginfeksi lebih dari 86 juta orang serta menewaskan lebih dari 1,8 juta diantaranya.

Sementara itu, Australia telah menjadi salah satu pihak terdepan yang menyerukan agar dilakukan penyelidikan independen mengenai asal-usul COVID-19. Tindakan ini yang membuat tensi hubungan mereka dengan China semakin meningkat.

Di sisi lain, China yang merupakan mitra dagang utama Australia, sejak saat itu membatasi tingkat impor komoditas daging sapi asal negara Kanguru tersebut. Tak hanya itu saja, pemerintah China bahkan memberlakukan tarif atas komoditas minuman jenis wine asal Australia dan meminta perusahaan konveksi China untuk berhenti membeli kapas dari Australia.

Pendukung Trump yang Serbu Gedung Capitol Bakal Dilarang Naik Pesawat Komersial

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia