logo


Pendukung Trump yang Serbu Gedung Capitol Bakal Dilarang Naik Pesawat Komersial

Asosiasi kru pesawat AS melarang para pendukung Trump yang menyerbu Gedung Capitol untuk menggunakan pesawat komersial saat kembali dari Washington DC ke wilayah mereka.

7 Januari 2021 15:25 WIB

Pendukung Trump yang melakukan penyerbuan ke Gedung Capitol di Washington DC pada Rabu (6/1)
Pendukung Trump yang melakukan penyerbuan ke Gedung Capitol di Washington DC pada Rabu (6/1) Al Jazeera

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pendukung Presiden Donald Trump yang menyerbu Gedung Capitol Amerika Serikat pada hari Rabu tidak diizinkan meninggalkan wilayah Washington dengan menggunakan penerbangan komersial setelah mereka menunjukkan "perilaku mentalitas massa" dalam penerbangan ke wilayah tersebut, kata seorang kepala serikat pramugari AS.

Sejumlah sumber di dua maskapai penerbangan AS mengatakan bahwa ada sejumlah penumpang yang tidak mematuhi aturan di dalam pesawat saat mereka terbang ke wilayah Washington, DC pada hari Selasa (5/1). Asosiasi khawatir jika hal tersebut kemungkinan juga akan mereka lakukan saat meninggalkan wilayah Washington DC nantinya.

"Perilaku mentalitas massa yang terjadi di beberapa penerbangan ke wilayah DC kemarin tidak dapat diterima dan mengancam keselamatan dan keamanan setiap orang di dalamnya," kata Sara Nelson, presiden Asosiasi Pramugari-CWA yang mewakili para pekerja di 17 maskapai penerbangan, dalam sebuah pernyataan dikutip Al Jazeera, Kamis (7/1).


China Bakal Jadi Negara Perekonomian Terbesar Dunia pada 2028, Begini Penjelasannya

"Tindakan melawan sistem demokrasi, pemerintah dan kebebasan yang kami klaim sebagai orang Amerika, harus mendiskualifikasi orang-orang ini dari kebebasan untuk terbang," tambahnya.

Pada Rabu (6/1), ratusan pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Capitol dan memaksa pihak Kongres AS untuk membatalkan sertifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Kepala Asosiasi Perjalanan AS Roger Dow juga turut mengecam adanya tindakan gangguan yang dilakukan oleh para pendukung Trump di Gedung Capitol tersebut.

"Perilaku yang kami saksikan tidak memiliki ruang dalam demokrasi yang damai, apalagi di negara yang seharusnya menjadi contoh utama dari prinsip-prinsip demokrasi," kata Dow dalam sebuah pernyataan.

Penjualan Mobil Minim, Honda Putuskan Cabut dari Rusia pada 2022 Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia