logo


Keberatan dengan PSBB Jawa-Bali, Plt Walkot Surabaya: Kasus Corona Mulai Turun, Kenapa Digencet Lagi?

Menurutnya, wilayah yang perlu menerapkan PSBB ketat adalah daerah berstatus zona merah dengan tingkat risiko penularan corona tinggi

7 Januari 2021 07:30 WIB

Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana beritametro.co.id

SURABAYA, JITUNEWS.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengaku keberatan dengan rencana penerapan Pembatasan Sosial Berska Besar (PSBB) Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021. Menurutnya, Surabaya tidak perlu menerapkan PSBB ketat karena kasus corona sudah mulai melandai.

"Saya tidak tahu kenapa kebijakan di pusat seperti itu. Padahal Surabaya ini sudah menuju ke zona kuning dari zona oranye, jadi kasusnya mulai landai," kata Whisnu, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, wilayah yang perlu menerapkan PSBB ketat adalah daerah berstatus zona merah dengan tingkat risiko penularan corona tinggi.


Desak Anies Berlakukan PSBB Ketat, DPRD DKI: Rem Darurat Bisa Jadi Shock Therapy

"Harusnya Surabaya tidak kena, orang kami bicara penanganan Covid-19 ini sudah bagus, angka statistik sudah turun, kasus aktif juga mulai turun, kenapa digencet lagi," ujarnya.

Meski demikian, ia akan membicarakan terlebih dahulu terkait PSBB ketat dengan para jajarannya. Apabila Surabaya harus menerapkan PSBB ketat maka Whisnu berharap hanya dua minggu saja.

Lockdown Sudah Diperketat Sebelum Natal, tapi Kasus Covid-19 di Jerman Terus Meningkat

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati
 
×
×