logo


Penjualan Mobil Minim, Honda Putuskan Cabut dari Rusia pada 2022 Mendatang

Produsen mobil asal Jepang, Honda, memutuskan hengkang dari pasar Rusia mulai tahun 2022 mendatang setelah dalam beberapa tahun belakangan ini tingkat penjualan mereka mengalami penurunan

6 Januari 2021 20:54 WIB

Showroom Honda pada event Beijing International Automotive Exhibition 2020
Showroom Honda pada event Beijing International Automotive Exhibition 2020 Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam pengumumannya, Honda mengatakan bahwa dealer mobil resmi di Rusia tidak akan lagi menerima pasokan unit mobil baru Honda mulai tahun 2022.

Dilansir dari Russia Today, Honda menjelaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari upaya restrukturisasi mereka.

Perusahaan otomotif asal Jepang tersebut mengatakan jika fokus penjualan Honda di pasar Rusia akan terbatas pada sepeda motor dan produk peralatan listrik. Hal tersebut dilaporkan oleh sejumlah media Rusia.


Fiat-Chrysler Segera Merger dengan PSA, Bakal Jadi Produsen Mobil Terbesar ke-4 Dunia

Meski demikian, namun pihak Honda menyatakan bahwa masih akan terus memberikan layanan purna jual kepada pemilik Honda.

Menurut laporan Asosiasi Bisnis Eropa, jumlah penjualan mobil Honda untuk pasar Rusia mengalami penurunan hingga 50 persen pada bulan November 2020 dibanding dengan tahun sebelumnya. Perusahaan tersebut bahkan hanya menjual 79 unit kendaraan pada bulan tersebut, sedangkan keseluruhan penjualan mobil baru dan kendaraan komersial ringan di Rusia tercatat mengalami peningkatan hingga 5,9 persen menjadi 157.580.

Selama 11 bulan tahun 2020, secara keseluruhan Honda hanya menjual 1.383 kendaraan di Rusia atau 15 persen lebih sedikit dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.

Bahkan, tingkat penjualan perusahaan Jepang tersebut di pasar mobil Rusia sudah mulai menurun sebelum krisis virus corona melanda. Pada 2019, penjualan mereka turun 64 persen dari tahun sebelumnya dimana hanya 1.836 mobil Honda yang terjual. Sedangkan lebih dari 1,7 juta mobil baru terjual di Rusia selama periode itu.

China Bakal Jadi Negara Perekonomian Terbesar Dunia pada 2028, Begini Penjelasannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×