logo


AS Jatuhkan Sanksi terhadap Sektor Baja Iran

Sektor baja adalah penyumbang terbesar pemasukan pemerintah Iran

6 Januari 2021 19:30 WIB

Komoditas baja
Komoditas baja istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Keuangan pada Selasa (5/1) telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah lembaga dan individu yang terkait dengan industri baja Iran. Hal tersebut menambah tekanan terhadap Iran menjelang berakhirnya masa jabatan Donald Trump sebagai presiden AS.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kementerian Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan bahan karbon asal China Kaifeng Pingmei New Carbon Materials Technology Co., Ltd. (KFCC). Bahan karbon sendiri diketahui merupakan elemen utama dalam produksi baja.

Menurut Kemenkeu AS, perusahaan asal China tersebut menjual bahan dan peralatan kepada sebuah perusahaan baja di Iran, Pasargad Steel Complex, melalui perusahaan trading Iran antara Desember 2019 hingga Juni 2020 lalu.


Penjualan Mobil di Inggris pada 2020 Terburuk Sejak Perang Dunia Kedua

"Pemerintahan Trump tetap berkomitmen untuk memblokir aliran pendapatan menuju rezim Iran karena mereka terus mendukung sejumlah kelompok teroris, mendukung rezim yang menindas dan mengupayakan senjata pemusnah massal," kata Menteri Keuangan AS Steven T. Mnuchin.

Departemen Keuangan menambahkan bahwa pihaknya juga mengincar sembilan produsen baja Iran lainnya dan seorang eksekutif pada Perusahaan Perkapalan Hafez Darya Arya yang berbasis di Iran, Majid Sajdeh.

Sejauh ini pemerintah Iran belum mengeluarkan tanggapannya terkait sanksi yang biasanya berupa pembekuan aset dan larangan berbisnis dengan orang Amerika.

Menurut Asosiasi Baja Dunia, sektor baja Iran adalah sumber pendapatan terbesar pemerintah Iran, dimana industri sektor tersebut memproduksi baja mentah hampir 13 persen lebih banyak selama 11 bulan tahun 2020 dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2019. Hal tersebut membuat Iran menjadi produsen baja mentah terbesar ke-11 di dunia.

Wapres AS Tak Bisa Tolak Keputusan Kongres Menangkan Joe Biden dalam Pilpres AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×