logo


Ratakan dengan Tanah, Teddy Gusnaidi: Haram Ajaran FPI Ada di Indonesia

Urusan tanah antara FPI dan PTPN tidak perlu dibicarakan lagi.

6 Januari 2021 06:00 WIB

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi kembali berbicara soal pelarangan dan pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

Menurutnya, kontroversi pengambil-alihan lahan PT Perkebunan Nasional (PTPN) VIII terhadap Pesantren Agrokultural Markaz Syariah seharusnya sudah selesai.

Teddy menilai pesantren yang didirikan Rizieq Shihab semestinya segera angkat kaki. Terlebih, lanjut dia, ajaran FPI dilarang di Indonesia.


Ingatkan Front Persaudaraan Islam soal Pendaftaran, Polisi: Pemerintah Bisa Melarang dan Membubarkan

“Karena FPI sudah menjadi organisasi terlarang dan dibubarkan, maka otomatis urusan tanah antara FPI dan PTPN tidak perlu dibicarakan lagi. Ratakan dengan tanah, karena haram ajaran FPI ada di Indonesia,” cuitnya di akun Twitter @TeddyGusnaidi, dikutip pada Rabu (6/1).

“Tapi proses dugaan tindak pidana atas penggunaan lahan tetap berjalan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Teddy Gusnaidi menilai tak perlu ada negosiasi antara PTPN dengan FPI soal lahan Pesantren Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Jawa Barat.

“Lahan itu milik Rizieq atau milik PTPN? Ternyata itu milik PTPN, ya sudah gak perlu banyak bac*t, segera angkat kaki. Sesimpel itu,” kicau Teddy, Selasa (29/12).

“Jangan pernah memberikan ruang negosiasi. Jangan pernah membiarkan yang bukan pemilik merasa berhak atas lahan yang bukan miliknya di negeri ini,” lanjutnya.

Ogah Jadi Parpol, FPI Khawatir Masuk Lingkaran Penguasa dan Ikut Zalim

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×