logo


IPW Sebut Kapolri Idham Azis Wariskan Dua Kasus Besar Jelang Pensiun, Apa Saja?

Tentunya tidak akan mudah untuk diselesaikan Kapolri baru.

5 Januari 2021 10:09 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut Kapolri Jenderal Idham Azis bakal mewarisi dua kasus besar. Hal ini dilontarkan menyusul masa kerja Idham tinggal 20 hari lagi, kemudian pensiun.

“Tentunya tidak akan mudah untuk diselesaikan Kapolri baru,” kata Neta dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Dia menyebutkan dua kasus yang diwariskan Idham itu adalah kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dan penembakan yang menewaskan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Cikampek.


Polri Pastikan Maklumat Kapolri Soal FPI Tak Ganggu Jurnalistik, Kecuali...

“Ketidakmampuan menuntaskan kasus Sigi adalah kegagalan Ihdam Azis sebagai mantan petinggi Densus 88 (Antiteror Mabes Polri) yang selama ini sangat agresif memburu teroris,” ujarnya.

Neta menerangkan, pelaku pembunuhan satu keluarga di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, diduga kelompok MIT pimpinan Ali Kolara yang beranggota 14 orang. Namun, pelaku belum tertangkap oleh jajaran kepolisian setelah 35 hari kejadian.

IPW berharap Kapolri di bawah kepemimpinan Idham dapat menangkap kelompok Ali Kolara ini sebelum ia pensiun.

“Sehingga penangkapan ini sebagai hadiah pensiun bagi Idham agar mantan Kapolda Sulteng itu tidak meninggalkan utang kasus yang sulit diselesaikan oleh kapolri penerusnya,” jelasnya.

Neta juga menilai kasus penembakan enam anggota laskar FPI tak mudah dituntaskan. Terlebih Komnas HAM terus mengumpulkan bukti dugaan pelanggaran HAM dalam kasus terbunuhnya anak buah Rizieq Shihab ini.

“Kedua kasus ini menjadi warisan Idham Azis untuk Kapolri baru yang bukan mustahil bisa menjadi masalah baru yang rumit, yang membuat kepercayaan publik terhadap Polri makin negatif,” tukasnya.

Lega Polri Klarifikasi Maklumat Soal FPI, Gerindra: Meski Bukan Bentuk Surat Tertulis, Tapi...

Halaman: 
Penulis : Iskandar