logo


Menkes Inggris Sebut Varian Baru Covid-19 Afrika Selatan Lebih Berbahaya

Virus Covid-19 varian baru dikabarkan muncul di Inggris dan Afrika Selatan pada akhir 2020 lalu

4 Januari 2021 21:35 WIB

Menkes Inggris Matt Hancock
Menkes Inggris Matt Hancock istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan bahwa varian baru Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan jauh lebih berbahaya daripada yang ditemukan di Inggris, meski keduanya sama-sama lebih mudah menyebar dibanding virus Covid-19 sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC Monday, Matt Hancock mengatakan bahwa varian mutasi virus COvid-19 di Afrika Selatan lebih mengkhawatirkan.

"Saya sangat khawatir dengan varian (Covid-19) Afrika Selatan, oleh karena itu kami sudah mengambil tindakan dengan memblokir seluruh penerbangan dari Afrika Selatan," kata Matt Hancock.


Iran Tingkatkan Uranium hingga 20 Persen di Fasilitas Pembangkit Nuklirnya, Israel Tak Terima

"Ini sungguh merupakan masalah yang sangat genting...dan bahkan lebih menjadi sebuah persoalan daripada varian baru asal Inggris," tambahnya.

Kedua negara, baik Inggris maupun Afrika Selatan kini tengah menghadapi peningkatan kasus Covid-19, yang dikaitkan dengan adanya mutasi pada virus Covid-19 sehingga membuatnya menjadi lebih mudah menyebar.

Varian baru Covid-19 Inggris pertama kali teridentifikasi di Kent, Inggris Selatan, pada Desember lalu. Otoritas Inggris langsung memberikan peringatan kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait kemunculannya.

Meski lebih mudah menyebar, namun banyak pakar kesehatan meyakini bahwa varian baru Covid-19 tersebut tidak lebih mematikan daripada virus Covid-19 sebelumnya, sehingga sejumlah vaksin Covid-19 yang sudah ada kemungkinan besar masih efektif untuk digunakan dalam mencegah infeksi yang diakibatkan oleh varian baru COvid-19 itu.

Peringati Satu Tahun Agresi Militer AS, Ribuan Warga Irak Minta AS Segera Tinggalkan Wilayahnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×