logo


Ericsson Ancam Bakal Keluar dari Swedia Jika Pemerintah Tak Cabut Larangan Huawei dalam Proyek 5G

CEO Ericsson mengatakan bahwa dirinya sangat mengecam keputusan pemerintah Swedia yang melarang Huawei untuk ikut serta dalam pengadaan jaringan 5G

3 Januari 2021 09:00 WIB

CEO Ericsson Borje Ekholm
CEO Ericsson Borje Ekholm istimewa

STOCKHOLM, JITUNEWS.COM - Perusahaan teknologi asal Swedia, Ericsson, mengatakan bahwa mereka akan meninggalkan Swedia jika pemerintah negara tersebut tetap memblokir Huawei dari jaringan 5G mereka.

"Jika larangan terhadap Huawei masih berlaku, Ericsson akan meninggalkan Swedia," kata CEO Ericsson Börje Ekholm, dikutip Gizchina.

Seperti diketahui, Huawei, Nokia dan Ericsson adalah sejumlah perusahaan besar yang bermain di sektor 5G. Ericsson sendiri memiliki jaringan infrastruktur dalam jumlah besar di China. Mereka khawatir pemerintah China dapat melakukan "aksi balasan" kepada mereka jika pemerintah Swedia tidak mencabut larangan terhadap Huawei dan ZTE.


Liga Premier Tetap Dilanjutkan saat Inggris Lockdown, Klopp: Kami Bukan Bagian dari Masyarakat

Swedia sendiri sudah melarang Huawei untuk ikut serta dalam proyek pengadaan jaringan 5G karena mereka menilai Huawei dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan militer China dalam melakukan kegiatan spionase. Alasan yang sama dengan pemerintah Amerika Serikat dan Inggris.

Daily News mengabarkan bahwa CEO Ericsson tersebut bahkan sudah melayangkan surat permintaan kepada Kementerian Perdagangan Swedia, Anna Holberg, terkait rencana keluarnya Ericsson tersebut.

Namun, Holberg mengatakan bahwa "pemerintah tidak dapat mencabut larangan atas Huawei, karena Otoritas Telekomunikasi Swedia membuat keputusan tersebut berdasar rekomendasi dari Kementerian Keamanan dan Perhatanan Nasional".

Mendapat tanggapan seperti itu, CEO Ericsson mengatakan bahwa dirinya tetap akan mendukung Huawei dan meminta perusahaan yang bergerak di sektor teknologi untuk bersama-sama melayangkan surat gugatan terkait larangan tersebut.

"Meski kami sudah berbicara dengan sejumlah lembaga hukum Swedia, tidak ada satu pun pihak yang ingin membantu Huawei. Ada banyak pengecut disana," tukasnya.

 

Dituding Ingin Bunuh Donald Trump, Begini Pengakuan Pemerintah Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×