logo


Kritik Maklumat Kapolri, Rocky Gerung: Harusnya Berita Supaya Kita Paham, Bukan Kita Takut

Rocky juga mewanti-wanti Kapolri agar tidak memangkas peran pers memberitakan FPI.

2 Januari 2021 14:23 WIB

Rocky Gerung
Rocky Gerung Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Maklumat Kapolri soal larangan kepada masyarakat dalam mengunggah konten terkait Front Pembela Islam (FPI) di media sosial mendapat kritikan dari sejumlah pihak.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Kapolri keliru dalam mengeluarkan isi maklumat tersebut. Sebab, menurut dia, maklumat adalah pemberitahuan kepada publik, bukan ancaman.

“Setahu saya kata maklumat itu deklarasi, bukan ancaman. Mana ada orang kasih maklumat dalam bentuk ancaman. Jadi isi maklumat itu dari segi adab, itu sudah keliru, maklumat artinya pernyataan,” ujar Rocky Gerung, dilansir dari kanal YouTube-nya, Sabtu (2/1).


Tak Singgung Penembakan 6 Laskar FPI, Rocky Gerung Sebut Jokowi Presiden Pengecut

Rocky Gerung mengingatkan Kapolri untuk mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengeluarkan maklumat. Baginya, maklumat itu bertujuan untuk memberi pemahaman ke publik, bukan suatu ketakutan.

“Jadi kalau Kapolri mengeluarkan maklumat, itu harus dipikirkan. Nanti masyarakat takut terhadap maklumat. Padahal maklumat itu sebuah berita supaya kita paham, bukan kita takut,” jelasnya.

Selain itu, Rocky juga mewanti-wanti Kapolri agar tidak memangkas peran pers memberitakan FPI.

“Apalagi kalau dia mengatur pers. Watak pers tidak bisa diatur oleh maklumat. Dari segi itu kelihatan ada arogansi dalam maklumat itu,” kata Rocky.

Yakin 30 Persen Aliran Suap Bansos Masuk ke Partai, Rocky Gerung: Sisanya Tulang Belulang untuk Rakyat

Halaman: 
Penulis : Iskandar