logo


Soal Larangan Menyebarkan Konten FPI, Polisi: Tidak Bredel Pers

Polisi menegaskan bahwa masyarakat dilarang menyebarkan berita bohong atau hoaks yang justru mengganggu keamanan dan ketertiban.

2 Januari 2021 04:30 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri Idham Azis melalui maklumatnya melarang semua pihak menyebarkan konten soal Front Pembela Islam (FPI). Ia melarang masyarakat mendukung kegiatan serta penggunaan simbol atau atribut FPI baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial," demikian kutipan maklumat Kapolri poin 2d yang dikutip Jumat (1/1/2021).

Sementara itu, Kapolri Divisi Humas Polri, Irjen Pol Agro Yuwono mengklaim bahwa maklumat tersebut tidak bermaksud untuk membredel pers maupun mengganggu kebebasan berekspresi.


FPI di Mata Dewi Tanjung: Kumpulan Manusia Penjual Agama dan Pembuat Kegaduhan

"Yang terpenting bahwa kita dengan dikeluarkannya maklumat ini, kita tidak membredel berkaitan konten pers tidak," kata Argo Yuwono kepada wartawan, Jumat (1/1/2021).

Ia menegaskan bahwa masyarakat dilarang menyebarkan berita bohong atau hoaks yang justru mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Artinya bahwa poin d2 tersebut, selama tidak mengandung berita bohong, potensi gangguan Kamtibmas atau provokatif, mengadu domba atau perpecahan dan sara, itu tidak masalah," ujarnya.

Tak Daftarkan Diri Sebagai Ormas Usai Ganti Nama, FPI: Tidak Penting!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati