logo


Permintaan Minyak Global Tidak Akan Kembali Seperti Pra-Pandemi Hingga Tahun 2030

Wakil Presiden IHS Markit memprediksi jika tingkat permintaan minyak global pada tahun 2021 mendatang akan naik dibanding tahun 2020 ini, meski tidak seperti masa sebelum pandemi.

30 Desember 2020 14:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Permintaan terhadap minyak mentah secara global kemungkinan besar tidak akan kembali seperti masa sebelum pandemi hingga akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh pakar sektor energi sekaligus Wakil presiden IHS Markit, Daniel Yergin kepada Al Arabiya dalam sebuah wawancara yang digelar secara online pada Senin (28/12).

Perkiraan Yergin terkait permintaan minyak tersebut sesuai dengan prediksi Agen Energi Internasional (IEA) dan OPEC, dimana kedua lembaga tersebut sebelumnya memperkirakan jika tingkat permintaan minyak tidak akan kembali seperti tahun 2019 lalu, meski pada 2021 mendatang terjadi peningkatan jika dibanding dengan tahun 2020 ini.

Yergin mengatakan bahwa puncak permintaan minyak kemungkinan akan terjadi pada tahun 2030-an mendatang.


Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Hampir Penuh, Aturan Lockdown di California Diperpanjang

"Pada akhirnya, ini tidak akan terlalu berdampak terhadap puncak permintaan minyak, yang saya masih meyakini akan terjadi pada sekitar tahun 2030-an," kata Yergin.

Saat ditanya apakah produksi minyak dapat meningkat kembali ke angka 1,5 juta barel per hari di tahun 2021 mendatang, Yergin mengatakan: "Ijinkan saya untuk memberikan jawaban yang sederhana, jawabannya adalah tidak," tambah salah satu penerima penghargaan Pulitzer tersebut.

Menurut IHS Markit, produksi minyak serpih kemungkinan tidak akan berubah bahyak hingga akhir tahun 2021 mendatang, yakni diangka 11 juta barel per hari.

Pengamat Bilang Tindakan China terhadap Alibaba dan Ant Group Nggak Bagus buat Masa Depan Ekonomi China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia