logo


Pengamat Bilang Tindakan China terhadap Alibaba dan Ant Group Nggak Bagus buat Masa Depan Ekonomi China

Pengamat ekonomi menilai kebijakan pemerintah China terhadap Alibaba dan Ant Group akan berdampak buruk terhadap perekonomian China

30 Desember 2020 13:15 WIB

Ilustasi e-commerce Alibaba
Ilustasi e-commerce Alibaba Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Meningkatnya pengawasan pemerintah terhadap perusahaan e-commerce Alibaba dan Ant Group dapat berdampak buruk terhadap perekonomian dan sektor teknologi dan sistem keuangan (fintech) China. Hal tersebut disampaikan oleh Andrew Collier, salah satu direktur Orient Capital Research.

Sebagaimana diketahui, IPO perusahaan raksasa Ant Group, salah satu afiliasi Alibaba, secara tiba-tiba dihentikan oleh pemerintah China pada bulan November lalu, dimana sebenarnya saham perusahaan tersebut digadang-gadang menjadi salah satu saham terbesar di dunia.

Penghentian tersebut dilakukan usai Jack Ma, pendiri Alibaba, khawatir dengan kebijakan anti-monopoli yang dikeluarkan oleh Beijing.


WHO Prediksi Akan Ada Pandemi Lain yang Lebih Buruk daripada Covid-19

"Jelas saat Jack Ma menyampaikan pernyataan buruknya...yang membuat banyak tokoh politik China jengkel," kata Collier dikutip CNBC.

"Tentu saja kebijakan ini seolah menjadi sebuah pembenaran dari pihak pemerintah dan bank milik negara untuk melakukan tindakan keras terhadap seluruh pelaku sektor fintech China," tambahnya.

Masalah yang menimpa Alibaba dan Ant Group semakin membesar usai pihak pemerintah mengumumkan akan melakukan penyelidikan terkait adanya praktik monopoli di perusahaan tersebut pada pekan lalu dan bahkan meminta Ant Group untuk menjual sebagian asetnya. Hal tersebut membuat saham Alibaba di pasar saham Hong Kong kian merosot.

"Sekarang, karena mereka (pemerintah China) semakin serius dan melontarkan tuduhan baru serta menyuruh mereka untuk mengurangi area bisnisnya, jelas tindakan ini bertujuan secara politik...sehingga mereka (Alibaba dan Ant Group) tidak memiliki market share yang signifikan dan mengancam eksistensi sistem negara," lanjutnya.

"Ini tidak bagus untuk masa depan (sektor) fintech atau masa depan perekonomian China," tukasnya.

Ruang Perawatan Pasien Covid-19 Hampir Penuh, Aturan Lockdown di California Diperpanjang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×