logo


Sesalkan Sekolah Diam-diam Buka Saat Pandemi, Gubsu Edy: Begitu Terpapar Satgasnya Pusing

Ia mengatakan tidak perlu memaksakan diri membuka sekolah apabila penerapan protokol kesehatan belum siap

30 Desember 2020 06:00 WIB

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. bola.net

MEDAN, JITUNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyesalkan sejumlah kabupaten/kota yang telah melakukan pembelajaran tatap muka secara diam-diam di tengah pandemi Covid-19.

Ia mengatakan apabila muncul kluster baru di sekolah maka yang pusing adalah Satuan tugas Covid-19.

"Memang banyak yang menuntut saya dan banyak yang diam-diam membuka, tapi begitu terpapar dan menjadi kluster baru akhirnya yang pusing Satgas Covid-19," kata Edy, Selasa (29/12/2020).


Diterjang Pandemi Covid-19, Nikita Mirzani Anggap 2020 Tahun Tersuram

Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara detail daerah mana yang telah membuka sekolah secara diam-diam. Ia mengatakan tidak perlu memaksakan diri membuka sekolah apabila penerapan protokol kesehatan belum siap.

Edy mengatakan bahwa sekolah boleh dilakukan secara tatap muka namun dengan persyaratan khusus, seperti jumlah siswa yang ada di dalam ruangan kelas 50 persen dari kapasitas maksimal. Selain itu, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat.

"Kalau dalam pendidikannya adalah 4 jam, kita potong dia jadi 2 jam, murid separuh kalau masuk jam tujuh, jam 9 pulang. Masuk muridnya separuh lagi, berarti jam 9 masuk jam 11 pulang," ujarnya.

Terjangkit Covid-19, Dewi Perssik: Rasa Sakitnya Enggak Kayak yang Pernah Aku Rasain

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati