logo


PTPN Ambil Alih Lahan Pesantren Rizieq, Ferdinand Peringatkan Waketum MUI Tak Seret Nama Bung Hatta

Bung Hatta bisa saja membubarkan FPI bila masih hidup di era sekarang.

28 Desember 2020 11:16 WIB

Surat Rakyat

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyoroti pernyataan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas yang menyebut upaya PTPN mengambil alih lahan pesantren Habib Rizieq, Markaz Syariah, bertentangan dengan misi Bung Hatta.

Ferdinand menilai misi Bung Hatta soal pemanfaatan lahan untuk kemakmuran rakyat tak ada kaitannya dengan pesantren besutan Rizieq.

Dia mengingatkan agar tidak asal membawa nama Bung Hatta dalam persoalan ini. Sebab, menurutnya, wakil presiden pertama RI itu bisa saja membubarkan FPI bila masih hidup di era sekarang.


Lahan Pesantren Habib Rizieq Diambil Alih PTPN, Ketua MUI: Bertentangan dengan Misi Bung Hatta

“Misi Bung Hatta adalah memanfaatkan tanah agar menghasilkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Lantas apa korelasinya pesantren Rizieq Sihab dengan kemakmuran rakyat?,” cuitnya di akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip pada Senin (28/12).

“Jangan asal bawa-bawa nama Bung Hatta lah, jangan-jangan Bung Hatta kalau masih hidup akan bubarkan FPI,” tuntasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menyebut upaya PTPN mengambil alih lahan pesantren Markaz Syariah di Megamendung bertentangan dengan misi Bung Hatta soal pemanfaatan lahan.

Menurutnya, Bung Hatta ketika menyampaikan keterangan pemerintah tentang politiknya kepada Badan Pekerja KNIP pada 2 september 1948 mengatakan bahwa, "Milik tanah dalam republik Indonesia berarti menerima suatu kewajiban terhadap produksi dengan pedoman: menghasilkan sebanyak-banyaknya untuk memperbesar kemakmuran rakyat.”

“Tanah milik yang terlantar tidak dikerjakan berarti suatu keteledoran terhadap masyarakat dan hak miliknya itu harus diambil oleh negara."

PTPN Ambil Alih Lahan Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Begini Kata FPI

Halaman: 
Penulis : Iskandar