logo


Hubungan Dagang Memburuk, Ekspor Tembaga dari Aussie ke China Turun Drastis

Jumlah impor tembaga China dari Australia pada bulan November lalu menurun tajam, bahkan merupakan titik terendah sejak 2017 lalu

28 Desember 2020 10:00 WIB

Ilustrasi Tambang
Ilustrasi Tambang istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Impor komoditas tembaga China dari Australia mengalami penurunan ke titik terendahnya sejak 2017 lalu seiring dengan memburuknya situasi hubungan perdagangan kedua negara.

Menurut data yang dirilis oleh Otoritas Bea Cukai, jumlah impor konsentrat tembaga dari Australia ke China, yang merupakan konsumen tembaga terbesar di dunia, hanya mencapai 26.717 ton pada November 2020 lalu.

Jumlah tersebut 34 persen lebih sedikit dibanding bulan Oktober atau 77,8 persen jika dibanding dengan November 2019 lalu. Jumlah impor tersebut merupakan yang terendah sejak Januari 2017.


Covid-19 Bukan Pandemi Terakhir, Kata Kepala WHO

Padahal, impor tembaga China secara keseluruhan mencapai 1,8 juta ton, atau meningkat 8,3 persen dibanding dengan bulan sebelumnya.

Pada awal November 2020, media Australia melaporkan bahwa pemerintah China telah menginstruksikan kepada perusahaan-perusahaan untuk tidak membeli bijih tembaga atau konsentrat, beserta setidaknya enam komoditas lain mulai dari batu bara hingga lobster, asal Australia mulai 6 November (2020) lantaran memburuknya hubungan perdagangan diantara kedua negara.

Hubungan kedua negara memburuk pada tahun 2018 lalu saat Australia menjadi negara pertama yang memblokir Huawei dari proyek jaringan 5G mereka. Situasi ketegangan semakin meningkat pada tahun 2020 ini setelah Australia mendesak adanya investigasi guna menguak sumber wabah Covid-19.

Nggak Ingin Kebanjiran Produk Impor, PM India Desak Warga Gunakan Produk Dalam Negeri

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia