logo


PTPN Ambil Alih Lahan Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Begini Kata FPI

Kuasa hukum FPI menyebut PTPN VIII keliru dan tak punya alasan untuk meminta Habib Rizieq mengosongkan lahan jika dilihat dari aspek hukum perdata.

28 Desember 2020 05:30 WIB

Kuasa Hukum Firza Husein, Aziz Yanuar.
Kuasa Hukum Firza Husein, Aziz Yanuar. Dok. Poskotanews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim hukum Front Pembela Islam (FPI) menanggapi somasi PT Perkebunan Nasional (PTPN) VIII terkait kepemilikan lahan yang saat ini diduduki Pesantren Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu anggota tim hukum FPI Aziz Yanuar menganggap somasi yang dilayangkan sebagai error in persona. Menurutnya, PTPN VIII mengajukan komplain pidana maupun perdata kepada pihak yang menjual tanah tersebut.

Aziz menjelaskan, pesantren membayar lahan itu dari pihak lain yang mengklaim tanah itu milik mereka. Dia menekankan hal itu diketahui semua aparat, mulai kepala desa hingga gubernur.


Ikuti Pidatonya, Hendropriyono Sebut Rizieq Shihab Berniat Ingkari Pancasila

“Pengakuan itu dibenarkan oleh pejabat yang terkait yang mengetahui dan memproses administrasi peralihan atas tanah tersebut,” ujar Aziz, dilansir dari JPNN.com, Senin (28/12).

Oleh karena itu, Aziz menyatakan bahwa PTPN VIII keliru dan tak punya alasan untuk meminta Habib Rizieq mengosongkan lahan jika dilihat dari aspek hukum perdata.

“Kecuali ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang memutuskan bahwa kedudukan pihak pesantren atau HRS sebagai pembeli beritikad baik dibatalkan dengan kata lain somasi tersebut prematur dan salah pihak,” jelas Wakil Sekretaris Umum FPI itu.

Aziz menerangkan pihaknya baru tahu keberadaan SHGU Nomor: 299 tertanggal 4 Juli 2008 melalui surat nomor SB/I.1/6131/XII/2020 tertanggal 18 Desember 2020.

“Terhadap lahan yang ditempati saat ini digarap dan telah dibangun di atasnya bangunan pondok pesantren klien kami telah dibeli dari para petani yang menguasai dan mengelola lahan secara fisik serta dari para pemilik sebelumnya,” papar Aziz.

Selain itu, Aziz menyebut lahan tersebut sebelumnya adalah lahan kosong yang kemudian dimanfaatkan masyarakat.

“Tanah terlantar yang dikuasai secara fisik dan dikelola oleh masyarakat banyak lebih dari 25 tahun lamanya,” imbuhnya.

Lahan Pesantren Habib Rizieq Diambil Alih PTPN, Ketua MUI: Bertentangan dengan Misi Bung Hatta

Halaman: 
Penulis : Iskandar