logo


Gus Yaqut Tak Revolusioner, Demokrat: Masih Jualan Isu Radikal dan Terorisme

Gus Yaqut seharusnya berupaya menjadikan Kemenag sebagai sarana mempersatukan umat.

27 Desember 2020 16:00 WIB

Yaqut Cholil Qoumas
Yaqut Cholil Qoumas Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution menilai Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut bukan sosok yang revolusioner selaku Menteri Agama (Menag). Baginya, pentolan Banser itu masih bermain dengan isu lama, radikal dan terorisme.

“Menteri Agama baru masih jualan isu radikal, intoleran, dan terorisme. Bukan seorang revolusioner,” cuit Syahrial Nasution di akun Twitternya, Minggu (27/12).

Menurutnya, Gus Yaqut seharusnya berupaya menjadikan Kemenag sebagai sarana mempersatukan umat, alih-alih merenggangkannya.


Optimis Sektor Parekraf Segera Bangkit, Demokrat Sebut Narasi Sandiaga Uno Absurd

Syahrial mencontohkan, Yaqut bisa memobilisasi ide kelompok umat beragama menghadapi Covid-19. Dengan begitu, lanjut dia, toleransi yang terbangun dapat bermanfaat bagi Indonesia.

“Sorry, yang bersangkutan belum mempermudah persatuan bangsa ini ke depan,” tuntasnya.

Novel PA 212 Sebut Gus Yaqut Gagal Paham Tentang Agamanya Sendiri

Halaman: 
Penulis : Iskandar