logo


China Bebaskan Tarif Impor terhadap Sejumlah Komoditas AS, Mulai Akur?

Aturan pembebasan tarif impor tersebut berlaku mulai 26 Desember 2020 hingga 25 Desember 2021

26 Desember 2020 16:30 WIB

Pelabuhan Shanghai, China
Pelabuhan Shanghai, China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Kementerian Keuangan China pada Jumat (25/12) mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang pemberlakuan pembebasan tarif ekspor bagi enam jenis komoditas impor asal AS hingga satu tahun mendatang atau sampai akhir tahun 2021 mendatang, termasuk untuk komoditas minyak dan parafin.

Mereka menambahkan bahwa kebijakan ini secara efektif diberlakukan mulai hari ini, Sabtu (26/12), hingga 25 Desember tahun 2021 mendatang.

Pakar ekonomi China menilai kebijakan ini merupakan sinyal positif terhadap hubungan bilateral dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut, mengingat keduanya belakangan ini bersitegang pada sejumlah sektor, termasuk melakukan perang dagang.


Jack Ma Kehilangan USD 3,6 Miliar Usai Otoritas China Curigai Alibaba Lakukan Monopoli

"Untuk membebaskan tarif dari sejumlah produk tertentu adalah langkah konvensional yang akan dilakukan oleh kedua negara dari waktu ke waktu yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan di kedua belah pihak," kata Gao Lingyun, salah satu pakar ekonomi China kepada Global Times pada Jumat (25/12).

"Meski pembebasan tarif tersebut terjadi di tengah waktu penting menjelang pengangkatan presiden Joe Biden, (tapi) kita juga dapat memahaminya sebagai sebuah gestur adanya niatan baik (dari China) terhadap pemerintahan (AS) selanjutnya dan adanya harapan akan terjadinya kerja sama yang bagus dengan AS," tambah Gao.

Pembebasan tarif impor ini diberlakukan oleh China yang sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan terus menghormati perjanjian perdagangan fase pertama yang telah disepakati dengan AS, termasuk melakukan impor sejumlah komoditas pertanian dari AS salah satunya komoditas kedelai.

Impor kedelai China dari AS mengalami peningkatan tiga kali lipat pada bulan Oktober lalu dibandin dengan tahun sebelumnya.

Otoritas AS sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan memberlakukan tarif impor terhadap sejumlah produk peralatan medis asal China.

Siap Hadapi Potensi Serangan AS, Iran Bangun Sistem Pertahanan Udara di Fasilitas Nuklir Mereka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia