logo


Jack Ma Kehilangan USD 3,6 Miliar Usai Otoritas China Curigai Alibaba Lakukan Monopoli

Kekayaan bersih Jack Ma turun USD 3,6 Miliar usai saham Alibaba merosot setelah pemerintah China menuding perusahaan tersebut melakukan tindakan monopoli

26 Desember 2020 14:30 WIB

Pendiri perusahaan e-commerce Alibaba, Jack Ma
Pendiri perusahaan e-commerce Alibaba, Jack Ma istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Nilai kekayaan bersih milik salah satu pengusaha asal China, Jack Ma, mengalami penurunan hingga USD 3,6 miliar dalam satu hari usai pemerintah China menuding perusahaan e-commerce miliknya, Alibaba Group, berupaya untuk melakukan monopoli di pasar digital China. Hal tersebut juga membuat harga saham Alibaba merosot.

Pada Kamis (24/12), pemerintah China mengumumkan adanya penyelidikan untuk mengungkap apakah perusahaan raksasa tersebut telah melanggar UU Anti-Monopoli. Pengumuman tersebut membuat saham Alibaba jatuh hingga 8,1 persen di dalam bursa saham Hong Kong, dan 13,3% pada bursa Nasdaq.

Menurut Forbes, pada penutupan perdagangan Kamis (24/12), nilai kekayaan bersih Jack Ma diperkirakan mencapai USD 57,3 miliar atau turun sebesar USD 3,6 miliar. Hal tersebut membuat Jack Ma berada di urutan ke-19 dalam daftar orang terkaya di dunia.


Diduga Lagi Latihan, Belasan Pesawat Tempur China dan Rusia Terobos Wilayah Udara Korea Selatan

Investigasi terhadap Alibaba dilakukan usai bursa saham Shanghai menghentikan perdagangan saham milik Ant Group, yang merupakan perusahaan afiliasi Alibaba, pada November lalu.

Jurnal Wall Street juga melaporkan bahwa Jack Ma telah memberikan tawaran untuk menyerahkan sejumlah bagian dari perusahaan Ant Group kepada pemerintah China sebagai upaya penyelamatan IPO yang telah dihentikan oleh otoritas.

Menurut laporan, pemerintah China tidak menerima penawaran tersebut karena Beijing sebelumnya sudah dibuat marah oleh kritik yang dilemparkan oleh Jack Ma. Sebelumnya, Jack Ma menyebut regulasi 'berlebihan' yang dikeluarkan oleh Beijing terhadap industri keuangan nasional, merupakan halangan dan penghambat pertumbuhan inovasi dan layanan finansial baru.

Lagi Hoki, PetroChina Temukan Cadangan Migas dalam Jumlah Sangat Besar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia