logo


Gus Yaqut Afirmasi Hak Beragama Kelompok Syiah dan Ahmadiyah, PKS Ingatkan Begini

Ahmadiyah dikategorikan kelompok non-Islam di Pakistan sebagai tempat aliran agama itu berasal.

26 Desember 2020 09:23 WIB

Tifatul Sembiring.
Tifatul Sembiring. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Politisi PKS Tifatul Sembiring menyoroti pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang akan mengafirmasi hak beragama kelompok Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia.

Tifatul mengingatkan Gus Yaqut untuk mewaspadai Ahmadiyah. Pasalnya, Ahmadiyah dikategorikan kelompok non-Islam di Pakistan sebagai tempat aliran agama itu berasal.

“Hati-hati, di Pakistan, Ahmadiyah dimasukkan kepada kelompok non Islam,” cuitnya melalui akun Twitter @tifsembiring, Jumat (25/12).


Bukan Lindungi Syiah dan Ahmadiyah, Menag Yaqut: Tapi Lindungi sebagai Warga Negara

Mantan Menkominfo itu lantas mengusulkan agar Gus Yaqut berkonsultasi dengan Wakil Presiden Maruf Amin terlebih dahulu mengenai wacana tersebut.

Sebab, Maruf Amin ketika menjabat Ketua MUI, menyebut Ahmadiyah menyimpang dari ajaran Islam.

“Usul: agar Menag konsultasi ke Kiyai Ma’ruf Amien, karena beliau pernah menyatakan bhw Ahmadiyah itu menyimpang dari ajaran Islam,” ujar Tifatul.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau karib disapa Gus Yaqut menyatakan meneguhkan hak beragama kelompok Syiah dan Ahmadiyah di Tanah Air. Dia mengupayakan kelompok minoritas tak terusir dari Indonesia lantaran perbedaan keyakinan.

“Mereka warga negara yang harus dilindungi,” kata Yaqut dikutip dari Antara, Jumat (25/12).

Gus Yaqut mengimbuhkan, Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog yang lebih intensif dengan dua kelompok tersebut.

“Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kementerian Agama akan memfasilitasi,” jelasnya.

Dapat Angin Segar dari Menag, Syiah: Langkah Yaqut Cholil Sudah Sesuai dengan UUD 1945

Halaman: 
Penulis : Iskandar