logo


Bela Din Syamsuddin, Muhammadiyah: Ngabalin Keliru Besar, Mengukur Orang Lain Dengan Dirinya

Nadjamuddin Ramly sebut tokoh Muhammadiyah tidak gila jabatan

26 Desember 2020 05:30 WIB

Din Syamsuddin
Din Syamsuddin Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyayangkan sikap Din Syamsuddin yang menyebut tawaran Wamendikmud kepada Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti merendahkan PP Muhammadiyah. Ia lantas menyindir Din Syamsuddin yang sebelumnya tidak malu menerima tawaran sebagai Utusan Khusus Presiden Jokowi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly menjelaskan bahwa Din Syamsuddin sudah meminta mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden. Namun tetap diminta bertahan oleh Jokowi.

"Prof Din meminta berhenti, sampai dua kali minta berhenti (dari jabatan Utusan Khusus Presiden Jokowi). Kali pertama minta berhenti, Presiden Jokowi memintanya bertahan. Baru setelah itu beliau benar-benar minta berhenti," kata Nadjamuddin seperti dilansir detikcom, Jumat (25/12/2020).


Soal Tawaran Mekdikbud Rendahkan Muhammadiyah, PAN: Itu Hak Pak Din Syamsuddin

Nadjamuddin mengatakan bahwa Din Syamsuddin akhirnya berhenti dari jabatan Utusan Khusus karena menilai Presiden tidak sungguh-sungguh mengoptimalkan lembaga tersebut.

"Itulah para tokoh Muhammadiyah yang memang tidak gila jabatan. Berbeda dengan banyak orang yang menikmati jabatan walau tidak bekerja," tuturnya.

"Ali Mochtar Ngabalin keliru besar, mengukur orang lain dengan dirinya," pungkasnya.

Istana: Pak Din Kan Profesor, Bukan Provokator!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati