logo


Istana: Pak Din Kan Profesor, Bukan Provokator!

Istana menyayangkan pernyataan Din Syamsuddin mengenai tawaran Sekum PP Muhammadiyah untuk jadi Wamendikbud.

25 Desember 2020 11:00 WIB

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin.
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan Din Syamsuddin mengenai tawaran Wamendikbud kepada Sekum PP Muhammadiyah disayangkan oleh berbagai pihak, termasuk dari kalangan Istana.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mohctar Ngabalin mengatakan diksi-diksi yang digunakan Din Syamsuddin bernada provokasi. Padahal Din Syamsuddin merupakan profesor.

"Pak Din itu kan Profesor, bukan provokator. Kenapa diksinya menggunakan diksi-diksi yang memprovokasi. Enggak boleh begitu, itu enggak bagus bagi kalangan kader dan Muhammadiyah," beber Ngabalin dilansir Detik.com.


Tepis Tawaran Wamendikbud Rendahkan Muhammadiyah, PDIP: Tentu Ada Pertimbangan

Ia pun terheran-heran dengan sikap Din Syamsuddin tersebut. Bahkan, ia meminta Din Syamsuddin untuk move on dan tak selalu memandang buruk jalannya pemerintah sekarng.

"Kan beliau mantan Ketua Muhammdiyah, mantan ketua MUI, profesor doktor kok tumben sekarang baru bicara malu. Dulu waktu ditawari jadi Utusan Khusus Presiden kok tidak malu dan menerima," tambah Ngabalin.

"Masa sih semua yang dilakukan pemerintah itu buruk di mata Pak Din, sementara Pak Din itu adalah figur yang memang selama ini dijadikan anak-anak muda Muhammadiyah. Meskipun saya menghargai apa yang disampaikan beliau. Tapi itu tidak mencerahkan generasi baru Muhammadiyah. Itu pernyataan yang sinis, segeralah move on," kata dia.

Soal Tawaran Mekdikbud Rendahkan Muhammadiyah, PAN: Itu Hak Pak Din Syamsuddin

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati