logo


Pesantren Rizieq Shihab Disomasi PTPN untuk Kosongkan Lahan, FPI Buka Suara

Rizieq mengatakan bahwa lahan tersebut sudah menjadi milik masyarakat karena PTPN VIII dinilai telah menelantarkan lahan tersebut selama 30 tahun.

24 Desember 2020 05:30 WIB

Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar
Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat surat somasi dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII yang meminta Pesantren milik pimpinan FPI Rizieq Shihab Alam Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Bogor untuk segera dikosongkan.

"Benar, dapatnya kemarin (Selasa, 12 Desember 2020)," kata Aziz seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (23/12/2020).

Aziz mengatakan bahwa Rizieq telah menjelaskan terkait status sertifikat tanah tempat berdirinya Pesantren Alam Agrokoltural Markaz Syariah pada 13 November 2020. Rizieq mengatakan bahwa lahan tersebut sudah menjadi milik masyarakat karena PTPN VIII dinilai telah menelantarkan lahan tersebut selama 30 tahun.


Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, FPI Kecewa?

"Dan masyarakat Megamendung itu sendiri sudah 30 tahun lebih menggarap lehan tersebut. Maka dari itu seharusnya HGU tersebut batal. Jika sudah batal maka HGU-nya menjadi milik masyarakat," kata Rizieq Shihab yang dalam keterangannya yang sudah dikonfirmasi oleh Aziz Yanuar.

Sebelumnya, beredar surat somasi yang dilayangkan PTPN VIII meminta untuk mengosongkan pesantren milik Rizieq Shihab Alam Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Bogor. PTPN VIII meminta untuk mengosongkan lahan tersebut maksimal 7 hari setelah surat somasi diterima.

Pada surat somasi tersebut tertulis bahwa lahan yang digunakan untuk membangun Pesanten Alam Agrokultural Markaz Syariah merupakan aset milik PTPN VIII berdasarkan HGU Nomor 299 tanggal 4 Juli 2008.

Soal Mimpi Bertemu Rasulullah, Haikal Hasan: Hanya Menghibur Orang

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati