logo


Minta Maaf Usai Dipolisikan Terkait Menag untuk 'Gebuk' Islam, Said Didu: Saya Tidak Menuduh Siapapun

Said Didu mengaku tidak menuduh siapapun terkait cuitannya di media sosial

24 Desember 2020 04:30 WIB

Said Didu
Said Didu Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu meminta maaf usai dipolisikan terkait cuitannya di akun Twitter pribadinya. Ia menjelaskan bahwa cuitannya disalahtafsirkan oleh pihak tertentu.

"Sehubungan dg adanya penafsiran thdp mention saya yg mengomentari pernyataan pak Qodari di yg saya baca di Media bhw 'presiden butuh Menag yg keras kpd kelompok islam tertentu' yg saya komentari bhw terima kasih infonya bhw Bpk Presiden membutuhkan Menag spt itu," tulis Said Didu di akun Twitternya, Rabu (23/12/2020).

Said Didu mengaku tidak menuduh siapapun terkait cuitannya di media sosial. Ia pun meminta maaf kepada semua pihak yang telah tersinggung dengan cuitannya soal 'presiden butuh Menag keras kepada kelompok Islam tertentu'.


Gus Yaqut Jadi Menag, Ernest Prakasa Kenang Dirinya Saat Jadi Korban Persekusi

"Krn mention saya tsb ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tdk menuduh siapapun dlm mention saya tsb, apalagi Bpk Menag Yaqut Choli Quomas," ujarnya.

"Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dg mention saya tersebut (yg saya sdh hapus bbrp waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih," lanjutnya.

Sebelumya, akun Twitter milik Said Didu @msaid_didu dilaporkan ke polisi terkait dugaan ujaran kebencian. Ia dituding menghina Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qooumas.

Berikut cuitan Said Didu yang dilaporkan oleh PAC Jagakarsa.

"Terima kasih atas penjelasan mas Qodari. Arkhirnya kami tahu bahwa Bapak Presiden inginkan Menag untuk 'menggebuk' Islam," tulis Said Didu di akun Twitternya yang kini telah dihapus.

Said Didu Sebut Presiden Ingin 'Gebuk' Islam, Muannas Alaidid Ingatkan Begini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati