logo


Soal Praktek Monopoli, Wall Street Sebut Google dan Facebook Sudah Bersekongkol Sejak 2018 Lalu

Google dan Facebook sejak 2018 lalu sudah tahu bahwa mereka akan dituntut karena kerja sama mereka dalam iklan digital.

22 Desember 2020 19:23 WIB

Facebook dan Google
Facebook dan Google istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Laporan dari the Wall Street Journal yang dirilis pada Selasa (22/12) menyebut bahwa dua perusahaan digital, Facebook dan Google, bekerja sama untuk saling mambantu satu sama lain jika mereka nantinya menghadapi sebuah investigasi terkait dugaan monopoli iklan digital.

Pada pekan lalu, sejumlah pemerintah negara bagian AS melayangkan gugatan kepada pengadilan negeri setelah mereka mencurigai jika kedua perusahaan tersebut bersekongkol untuk memonopoli lelang tender iklan digital. Gugatan tersebut menyebut bahwa kedua perusahaan sebenarnya telah memahami jika kesepakatan yang mereka buat nantinya akan menghasilkan investigasi dari pihak pemerintah lantaran melanggar UU Anti-trust.

Laporan menyebut bahwa Kedua perusahaan asal AS tersebut telah membuat kesepakatan pada September 2018 dimana Facebook setuju untuk tidak bersaing dengan Google dalam hal perangkat (tools) iklan digital. Sebagai gantinya, platform media sosial tersebut diberi perlakuan khusus dimana mereka diijinkan untuk menggunakan tools iklan digital-nya sendiri.


Tak Ingin Ulangi Tragedi, Gubernur New York Desak Donald Trump Blokir Penerbangan dari Inggris

Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa klaim yang ada dalam gugatan tersebut tidak akurat.

"Pemahamannya bahwa ini adalah kesepakatan rahasia adalah (pemahaman yang) salah. Kami sudah mengumumkan kepada publik mengenai kerja sama ini selama bertahun-tahun," kata jubir Google yang tidak disebut namanya tersebut kepada CNBC.

Sementara itu, Reuters mengabarkan bahwa pihak Facebook sejauh ini belum mengeluarkan pernyataannya terkait laporan ini.

Sukses, China Berhasil Uji Coba Peluncuran Roket Luar Angkasa CZ-8

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia