logo


Nekat, Huawei Tetap Akan Investasi Bangun Pabrik di Perancis Meski Terancam Diblokir dari Jaringan 5G

Huawei dikabarkan akan membangun jaringan pabrik mereka di Perancis dengan biaya investasi mencapai 200 juta Euro

20 Desember 2020 13:31 WIB

Huawei 5G
Huawei 5G istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Raksasa teknologi China, Huawei, rencananya akan menyuntikkan dana investasi hingga 200 juta Euro untuk membangun sebuah jaringan pabrik peralatan smartphone di wilayah timur Perancis. Hal tersebut mereka umumkan pada tengah pekan ini.

Menurut laporan dari Reuters, perusahaan yang berkantor pusat di Shenzhen, China tersebut tetap akan merealisasikan rencana mereka tersebut meskipun pemerintah Perancis kemungkinan bisa saja mengeluarkan kebijakan yang mana akan memblokir penggunaan peralatan dan perlengkapan Huawei dari jaringan 5G mereka, langkah yang sebelumnya sudah dilakukan oleh sejumlah negara di Eropa lainnya, salah satunya Inggris.

Meski sejauh ini otoritas Perancis masih belum melarangnya, namun mereka sudah memberikan peringatan kepada perusahaan-perusahaan yang telah membeli dan menggunakan perangkat dari Huawei, bahwa mereka kemungkinan tidak akan memperbarui lisensi perusahaan-perusahaan tersebut jika kebijakan pemblokiran perangkat Huawei nantinya diaktifkan.


Harga Emas dan Bitcoin Meroket, Goldman: Keduanya Dapat Saling Berdampingan

Sementara itu, Otoritas Jerman sebelumnya telah menerima RUU Keamanan IT pada pekan kemarin, dimana kebijakan tersebut mengijinkan Huawei untuk sementara waktu membangun infrastruktur jaringan di Jerman, asalkan Huawei bersedia menjamin perangkat mereka tidak akan digunakan untuk kepentingan spionase. Meski demikian, RUU tersebut masih menunggu keputusan dari pihak perlemen.

Menurut Wall Street Journal, kebijakan Jerman tersebut tentunya bertentangan dengan kebijakan pemerintahan Donald Trump yang selama ini terlibat perang dagang dengan China. Langkah Berlin tersebut membuat Washington mengancam akan menghentikan pertukaran informasi intelijen dengan pihak Jerman, jika Huawei nantinya tidak diblokir dari jaringan 5G mereka.

Meski mendapat ancaman tersebut, namun perusahaan penyedia layanan seluler Jerman, Deutsche Telekom AG, menilai isu pemblokiran Huawei dari jaringan 5G tersebut sarat dengan kepentingan politik yang dapat menghambat perkembangan teknologi di Uni Eropa.

"Apa yang kami lihat saat ini adalah bahwa lelang tender 5G bandwith adalah penyalahgunaan kepentingan politik...yang menghambat efisiensi hasil lelang dan bertentangan dengan pemahaman awal pembentukan lelang," kata perusahaan tersebut pada bulan Oktober lalu.

 

Mantul, Perusahaan Startup Ini Berhasil Curi Minat Investasi Bill Gates dan Jeff Bezos

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia