logo


Permintaan Global Batu Bara Tahun 2021 Diprediksi Meningkat

IEA memperkirakan permintaan komoditas batu bara mengalami peningkatan 2.6 persen pada tahun 2021 hingga 2025 mendatang

18 Desember 2020 15:59 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara
Ilustrasi Tambang Batu Bara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Permintaan global untuk komoditas batubara diprediksi meningkat hingga 2.6 persen di tahun 2021 mendatang dengan dimulainya pemulihan aktivitas perekonomian pasca pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Agen Energi Internasional (IEA) pada Jumat (18/12).

Lembaga asal Perancis tersebut memperkirakan permintaan batu bara meningkat hingga 7.432 juta ton pada tahun 2021 seiring dengan bertambahnya kebutuhan listrik dan perindustrian, setelah mengalami penurunan 5 persen pada tahun 2020 ini usai terdampak aturan pembatasan sosial.

Dalam laporannya, IEA juga mengatakan bahwa selain adanya pandemi Covid-19, permintaan batu bara antara tahun 2018 hingga 2020 merosot 500 juta ton karena banyak negara yang mulai beralih kepada sumber daya lain yang lebih ramah lingkungan atau tidak menimbulkan emisi gas karbon.


Waktunya Cari Cuan, Harga Emas Antam Naik Lagi

"Sebelum pandemi, kami memperkirakan adanya sedikit peningkatan pada permintaan batu bara di tahun 2020, namun kita malah menyaksikan adanya penurunan terbesar pada tingkat konsumsi batu bara sejak era Perang Dunia Kedua," kata Keisuke Sadamori, salah satu direktur IEA dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip Reuters.

Sadamori juga memprediksi peningkatan permintaan batu bara tersebut akan berlangsung hingga tahun 2025 mendatang, dimana setelah tahun itu komoditas gas alam kemungkinan akan menggeser posisi batu bara sebagai sumber daya kedua terbesar setelah minyak.

"Namun dengan permintaan batu bara yang masih stabil atau mengalami peningkatan di perekonomian Asia, hal itu menandakan bahwa permintaan batu bara tidak akan segera hilang," lanjut Sadamori seraya menambahkan bahwa pasar Asia menyumbang 75 persen permintaan batu bara secara global.

Batu bara sendiri adalah salah satu pemicu adanya peningkatan emisi karbon di atmosfer dan banyak negara di dunia yang saat ini berjanji untuk mencapai netralitas karbon atau zero emisi pada 2030, termasuk China yang sudah menargetkan hal tersebut sebelum tahun 2060.

Setelah pemerintah China merilis rencana ekonomi mereka untuk tahun 2021 hingga 2025 pada bulan Maret mendatang, IEA mengatakan bahwa mereka akan me-review kembali prediksi mereka atas permintaan batu bara untuk tahun 2025.

Harga Emas dan Bitcoin Meroket, Goldman: Keduanya Dapat Saling Berdampingan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia