logo


PKS: Menghilangkan Kampret, Cebong, Kadrun, dan Dungu Bukan dengan Imbauan

Gatot Nurmantyo meminta untuk menghilangkan istilah 'kadrun' dan 'kampret' karena dinilai melecehkan Tuhan.

18 Desember 2020 09:27 WIB

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meminta untuk menghilangkan istilah 'kadrun' dan 'kampret' karena dinilai melecehkan Tuhan.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menilai cara menghilangkannya bukan dengan imbauan tapi dengan menegakkan keadilan.

"Cara menghilangkan kampret dan cebong atau kadrun dan dungu bukan dengan imbauan tapi dengan menegakkan keadilan," kata Mardani seperti diberitakan Detikcom, Jumat (18/12).


Gatot Minta Istilah 'Kadrun' 'Kampret' Hilang, Golkar: Memiliki Kesan Kuat Menghina dan Merendahkan

"Imbauan boleh saja. Tapi tidak menyelesaikan masalah," imbuhnya.

Mardani menyebut bahwa hukum harus adil kepada pihak mana pun.

"Masyarakat perlu melihat ada keadilan ditegakkan. Pada siapapun. Hukum harus tajam baik ke atas ataupun ke bawah, ke kawan atau ke kompetitor. Dengan keadilan semua merasa satu kembali. Negeri ini ada karena wujudnya rasa adil," kata Mardani.

 

Gatot Minta Istilah 'Kadrun' 'Kampret' Hilang, Muhammadiyah: Perbedaan Politik Hanya Seketika

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata