logo


FPI Cs Bersikeras Gelar Demo di Istana, MUI: Harus Lebih Beretika

Tuntutan pembebasan Rizieq Shihab dan pengusutan kasus penembakan laskar bisa disampaikan dengan cara lain.

18 Desember 2020 04:00 WIB

Massa pendemo Aksi 4 November yang memadati Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016).
Massa pendemo Aksi 4 November yang memadati Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI Amirsyah Tambunan merespons sikap FPI, PA 212 dan GNPF-Ulama yang bersikukuh menggelar aksi kepung Istana Negara, Jumat (18/12).

Amirsyah mengingatkan agar aksi demo itu tidak digelar berlebihan. Dia khawatir kerumunan yang terjadi nantinya justru menjadi klaster baru Covid-19.

“Saya minta dengan sangat para pihak harus menahan diri dari kerumunan, karena demo tidak bisa menjaga diri dari kerumunan yang berpotensi tertular Covid-19,” tutur Amirsyah di Jakarta, Kamis (17/12).


Video Front TV Milik FPI Hilang, YouTube Beberkan Sejumlah Alasan

Menurutnya, tuntutan pembebasan Rizieq Shihab dan pengusutan kasus penembakan laskar bisa disampaikan dengan cara lain.

Amirsyah menekankan, simpatisan Rizieq mesti mempertimbangkan etika dalam menggelar demonstrasi di tengah pandemi Covid-19.

“Rencana aksi turun ke lapangan yang dilakukan FPI harus lebih beretika, mengingat situasi pandemi dan Covid-19 semakin tinggi,” ujarnya.

Polisi Tak Izinkan Aksi 1812 di Depan Istana, PA 212: Sejak Kapan Demo Pakai Izin?

Halaman: 
Penulis : Iskandar