logo


Banyak Rakyat yang Tewas, Raja Swedia Sebut Pemerintahannya Gagal Tangani Wabah Covid-19

Raja Swedia membuat pernyataan yang menghebohkan publik dengan menyebut bahwa pemerintah Swedia telah gagal dalam menangani wabah Covid-19

17 Desember 2020 20:00 WIB

Raja Swedia Carl XVI Gustaf
Raja Swedia Carl XVI Gustaf istimewa

STOCKHOLM, JITUNEWS.COM - Langkah pemerintah Swedia dalam penanganan wabah Covid-19 mendapat teguran dari Raja Swedia Carl XVI Gustaf. Sang raja menyebut pemerintah Swedia telah gagal dalam menangani wabah yang sudah menewaskan ribuan warga Swedia.

"Saya meyakini kita telah gagal. Banyak dari rakyat telah meninggal dunia, dan itu sangat buruk," kata Carl XVI Gustaf seperti dikutip media Swedia SVT.

"Rakyat Swedia telah berada dalam kondisi yang sulit," tambahnya.


Sepuluh Negara Bagian AS Ramai-ramai Gugat Google dan Facebook, Kenapa?

"Rakyat tidak dapat mengucapkan selamat tinggal kepada sejumlah anggota keluarganya yang meninggal dunia, menurut saya ini adalah pengalaman yang sangat berat sekaligus traumatis," lanjutnya.

Pernyataan Raja Swedia tersebut tentunya mengejutkan sejumlah pihak mengingat ia yang diangkat sejak 1973 tersebut tidak biasanya melibatkan diri pada urusan pemerintahan.

"Sangat tidak biasa bagi dirinya untuk berbicara seperti ini. Menurut konstitusi, perannya adalah sebagai sosok simbolis, tidak untuk berbicara secara politis," kata Henrik Wenander, seorang pakar hukum dari Universitas Lund kepada SVT.

"Tentu saja pernyataannya akan sangat berdampak," tambahnya.

Sementara itu, Johan T. Lindwall, pimpinan redaksi koran Svensk Damtidning, juga mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut. Lindwall mengatakan bahwa terkahir kali sang Raja melontarkan kritikan adalah pada saat terjadinya Tsunami di Asia Tenggara pada 2004 lalu.

"Saya terkejut bahwa ia, dalam perannya sebagai kepala negara, melontarkan pernyataan seperti itu. Pernyataan tersebut bisa saja diartikan sebagai kritikan terhadap pemerintahan Swedia saat ini yang bertanggung jawab atas strategi (penanganan Covid-19)," kata Lindwall.

Dengan total penduduk yang hanya sekitar 10 juta jiwa, jumlah kasus Covid-19 secara keseluruhan di Swedia berjumlah hampir 350 ribu kasus dengan 7,802 kematian. Sembilan puluh persen jumlah korban yang meninggal dunia tersebut adalah kelompok lansia diatas 70 tahun.

Meski demikian, negara tersebut juga tidak memberlakukan aturan lockdown.

FBI Belum Berhasil Atasi Serangan Hacker pada Sistem Jaringan Pemerintah AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia