logo


FBI Belum Berhasil Atasi Serangan Hacker pada Sistem Jaringan Pemerintah AS

Sejumlah lembaga intelijen dan keamanan nasional AS mengatakan bahwa serangan siber yang mengincar sistem jaringan pemerintah federal AS belum dapat teratasi

17 Desember 2020 18:52 WIB

Gedung Kementerian Keuangan AS
Gedung Kementerian Keuangan AS istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu (16/12) mengkonfirmasi bahwa sistem jaringan mereka telah mengalami serangan peretasan, dimana serangan siber tersebut sangat signifikan dan hingga kini masih belum berhasil diatasi.

Para peretas, yang diyakini bekerja untuk pemerintah Rusia, sejauh ini telah berhasil memonitor trafik email internal Kementerian Keuangan dan Perdagangan AS. Sejumlah pihak mengatakan kepada Reuters bahwa mereka khawatir serangan tersebut hanyalah sebagian kecil dari gelombang serangan siber yang sejauh ini belum terdeteksi.

"Ini adalah situasi yang tengah berkembang, dan sementara kita terus berupaya memahami serangan siber ini secara keseluruhan, kami tahu serangan ini sudah menyebar ke jaringan pemerintah federal AS," kata FBI, Agen Keamanan Siber AS (CISA), dan Direktorat Intelijen Nasional AS (ODNI) dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip Reuters pada Kamis (17/12).


Kebijakan Pengurangan Emisi Karbon Joe Biden Bakal Hancurkan Ekonomi AS

Sebelumnya, perusahaan teknologi SolarWinds, yang merupakan batu loncatan yang digunakan oleh para peretas, mengatakan bahwa 18 ribu pelanggan mereka telah mendownload sebuah software yang telah dimodifikasi oleh peretas untuk melakukan spionase terhadap kelembagaan dan operasional bisnis mereka selama sembilan bulan.

"Dalam beberapa hari terakhir, FBI, CISA dan ODNI telah siaga terhadap adanya rangkaian serangan siber yang signifikan," tambahnya.

Ketiga lembaga tersebut juga telah membentuk sebuah tim khusus yang berkoordinasi dengan pemerintah Amerika Serikat untuk merespon serangan peretasan tersebut.

Serangan siber tersebut kemungkinan telah berhasil meninggalkan dampak yang cukup signifikan terhadap pemerintah AS mengingat Robert O'Brien, penasihat keamanan nasional Gedung Putih, terpaksa menghentikan kunjungannya ke Eropa untuk kembali ke Washington pada Selasa (15/12) untuk mengatasi serangan siber tersebut.

Sepuluh Negara Bagian AS Ramai-ramai Gugat Google dan Facebook, Kenapa?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×