logo


Pertama Kali dalam Sejarah, Angkatan Udara AS Gunakan Teknologi AI Gantikan Tugas Kopilot

Angkatan Udara Amerika Serikat dikabarkan bahwa mereka sudah menggunakan teknologi AI dalam penerbangan pesawat militernya.

17 Desember 2020 15:30 WIB

Pesawat U-2
Pesawat U-2 istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) mengungkapkan bahwa mereka telah menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, untuk pertama kalinya dalam sebuah penerbangan latihan yang digelar pada pekan ini.

Dalam sebuah siaran pers yang dirilis pada Selasa (15/12), USAF mengkonfirmasi bahwa teknologi tersebut digunakan untuk mengendalikan sistem navigasi dan sensor dari pesawat jenis U-2 Dragon Lady, selama dilakukannya penerbangan latihan di pangkalan Angkatan Udara California.

Pesawat yang digunakan dalam pengetesan tersebut adalah sebuah pesawat pengintai yang memiliki kemampuan untuk terbang dalam ketinggian, dimana teknologi AI tersebut mampu mengumpulkan data yang akurat di segala macam kondisi cuaca, serta melakukan sejumlah tugas yang biasanya dilakukan oleh seorang pilot.


Tetap Naik, Pandemi Covid-19 Tak Kuasa Bendung Aliran Investasi Asing ke China

"Penerbangan ini menjadi tanda sebuah langkah besar bagi pertahanan nasional seiring dengan teknologi AI digunakan dalam sebuah pesawat militer untuk pertama kali dalam sejarah Kementerian Pertahanan AS. Algoritma AI, yang dikembangkan oleh Laboratorium Nasional Komando U-2, berhasil mengembangkan teknologi AI yang dapat mengeksekusi sejumlah perintah penerbangan yang spesifik yang biasanya dilakukan oleh seorang pilot," tulis Angkatan Udara AS dalam siaran persnya, dikutip Sputniknews, Kamis (17/12).

Menurut mereka, sistem AI yang bernama ARTUµ tersebut digunakan untuk "sistem sensor dan navigasi taktis", dimana tugas utamanya adalah untuk mengidentifikasi adanya serangan yang diluncurkan oleh pihak musuh.

Meski demikian, pesawat tersebut masih memerlukan tenaga manusia, dalam hal ini adalah seorang pilot untuk mengendalikan lepas landas dan pendaratannya. Namun, saat diudara, kendali sensor kemudian diambil alih oleh ARTUµ.

"Kami tahu untuk berjuang dan memenangkan konflik di masa depan...kami harus mempunyai sebuah kemampuan digital yang canggih," kata Jenderal Charles Brown, Kepala Angkatan Udara AS.

"(teknologi) AI akan memainkan peran penting...jadi, saya sangat bangga dengan pencapaian tim kami," tambahnya.

Sementara itu, Menurut laporan The Washington Post, ARTUµ adalah AI yang berdasar pada sebuah algoritma software open-source bernama µZero. Algoritma tersebut didesain oleh perusahaan riset AI DeepMind, yang berada di bawah payung perusahaan Alphabet, induk perusahaan dari Google.

Ungkap Misteri Asal Usul Covid-19, WHO Kirim Tim Investigasi ke Wuhan Awal Januari

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia