logo


Oposisi Rusia: Saya Tahu Siapa Saja yang Ingin Membunuh Saya

Tokoh oposisi pemerintah Rusia tersebut diduga telah diracun dengan menggunakan salah satu senyawa racun terkuat di dunia, Novichok, oleh pihak pemerintah Rusia

16 Desember 2020 16:30 WIB

Alexey Navalny (tengah)
Alexey Navalny (tengah) the Guardian

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Tokoh oposisi pemerintah Rusia Alexey Navalny mengungkapkan siapa saja yang ia yakini terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap dirinya pada Agutus lalu. Menurutnya, para pelakunya adalah para pegawai yang bekerja untuk Lembaga Keamanan Federasi Rusia (FSB) yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan dan bahan kimia.

"Saya tahu siapa saja yang ingin membunuh saya. Saya tahu dimana mereka tinggal. Saya tahu dimana mereka bekerja," ujar Navalny dalam blog pribadinya pada Senin (14/12), dikutip Russia Today.

"Saya tahu nama-nama mereka. Saya (juga) memiliki fotonya," tambahnya.


Akhirnya, Presiden Brazil Akui Kemenangan Joe Biden

Menurut Navalny, tiga dari delapan orang yang ia duga terlibat dalam upaya pembunuhan tersebut, sudah mengikutinya saat berkunjung ke kota Tomsk, dimana ia kemudian diduga telah diracun dengan senyawa Novichok. Ketiga orang tersebut ialah Alexey Alexandrov, Ivan Osipov, dan Vladimir Panyaev.

Sementara itu, proses penyelidikan, yang dilakukan oleh sejumlah media yakni The Insider, CNN, media asal Jerman Der Spiegel, dan yayasan Bellingcat asal AS, menyimpulkan bahwa FSB sudah mulai mengawasi gerak-gerik Navalny sejak tahun 2017 lalu, atau setelah dirinya menyatakan siap mengajukan diri sebagai kandidat presiden Rusia.

Dengan menggunakan rekaman percakapan telepon, tiket pesawat terbang dan sejumlah data lainnya, yang mana hal itu diklaim oleh Bellingcat dibeli dari pasar gelap, para pelaku yang sudah sangat terlatih tersebut setidaknya sudah membuntuti Navalny ke 37 tempat berbeda, dimana operasi tersebut akhirnya berakhir setelah Navalny jatuh sakit akibat racun pada 20 Agustus lalu di Tomsk.

Tim investigasi tersebut juga mengklaim bahwa para pelaku telah mengikuti Navalny ke Kaliningrad pada bulan Juli saat istrinya, Yulia, jatuh sakit. Navalny sendiri kini meyakini bahwa sang istri sakit karena diracun dengan Novichokk, yang merupakan salah satu senyawa racun paling kuat yang ada di dunia.

Dalam kesimpulannya, Navalny menuliskan bahwa upaya pembunuhan terhadap dirinya tersebut adalah sebuah operasi pemerintah.

"Seluruh lembaga FSB, dibawah kepemimpinan seorang pejabat tinggi, telah melakukan sebuah operasi selama dua tahun, dimana dalam kurun waktu tersebut mereka beberapa kali berusaha untuk membunuh saya dan anggota keluarga saya dengan senjata kimia dari sebuah laboratorium yang dirahasiakan oleh negara," tukasnya.

Selandia Baru Siap Jadi Mediator dalam Penyelesaian Konflik China-Australia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia