logo


Selandia Baru Siap Jadi Mediator dalam Penyelesaian Konflik China-Australia

Menteri Luar Negeri Selandia Baru menyatakan bahwa pihaknya bersedia membantu upaya penyelesaian konflik antara China dengan Australia, melalui penyelenggaraan KTT APEC 2021

16 Desember 2020 16:00 WIB

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta istimewa

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta, pada Selasa (15/12) mengatakan bahwa pihaknya bersedia membantu proses negosiasi perdamaian antara Australia dengan China, yang belakangan ini terjebak di dalam situasi ketegangan pada sektor perdagangan dan hubungan diplomatik.

Mahuta mengatakan bahwa dengan menjadi tuan rumah KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2021, hal tersebut memberikan Selandia Baru sebuah peluang untuk membawa kedua negara untuk duduk dalam satu meja.

"Apakah saya percaya bahwa ada kemungkinan bagi Selandia Baru untuk menciptakan sebuah perubahan dan sebuah pembicaraan (antara Australia dengan China)? Ya, saya percaya," kata Mahuta dalam sebuah wawancara dengan Reuters.


Putri Qasim Solemani Sebut Joe Biden Tak Ada Bedanya dengan Donald Trump

"Dan saya pikir menjadi tuan rumah APEC juga akan menjadi sebuah kesempatan...namun kedua belah pihak juga harus bersedia untuk bersama-sama mengupayakan penyelesaian masalah di sejumlah sektor," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, hubungan Australia-China memburuk beberapa waktu terakhir ini, terkait isu COvid-19 dan keputusan China memblokir ekspor dari Australia.

Ketegangan semakin memuncak pada bulan lalu usai juru bicara pemerintah China memposting sebuah gambar editan untuk menyindir tindak kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan khusus Australia di Afghanistan.

Postingan tersebut membuat Selandia Baru khawatir.

"Saya pikir diplomasi (lewat) Twitter tidak akan dapat tercapai saat informasi yang keliru disebarkan melalui media sosial. Saya pikir kita perlu kembali mengupayakan diplomasi, yakni dengan dialog dan membuka pintu sehingga orang-orang dapat bekerja sama terhadap sejumlah isu yang menantang," lanjutnya.

 

Akhirnya, Presiden Brazil Akui Kemenangan Joe Biden

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia