logo


Tim Akhyar Enggan Teken Berita Acara Rekapitulasi Pilkada Medan, Ferdinand: Bikin Malu!

Dia menilai kekalahan harus diterima dengan lapang dada sebagaimana sebuah kontestasi.

16 Desember 2020 04:00 WIB

Surat Rakyat

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean merespons sikap Tim Pemenangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi yang enggan menandatangani berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020.

Menurut Ferdinand, keputusan pemenang Pilkada tetap sah tanpa tanda tangan dari pihak Akhyar-Salman. Dia menilai kekalahan harus diakui dengan lapang dada sebagaimana sebuah kontestasi.

“Tanpa tanda tanganmu juga keputusan pemenang Pilkada terap akan sah..!! Jangan jd pengecut begitu yang tak sanggup mengakui kemenangan lawan..!! Bikin malu..!,” cuit akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip pada Rabu (16/12).


Pilih-pilih Tangani Kasus, Ferdinand Sarankan Komnas HAM Diganti Jadi Komnas HAMTU

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah menuntaskan hasil perhitungan suara Pilwakot Medan 2020. Akan tetapi, Tim Pemenangan Akhyar-Salman tak mau menandatangani berita acara rapat pleno terbuka rekapitulasi tersebut.

Dalam pleno itu diperoleh hasil yaitu, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman meraih 393.327 suara. Sedangkan pesaingnya Akhyar- Salman meraih 342.580 suara.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman, Gelmok Samosir mengklaim ada sejumlah kejanggalan yang mereka temukan selama proses Pilkada Medan.

"Kami simpulkan tidak akan tandatangani berita acara. Ini kami lakukan sebagai bentuk penghargaan kami kepada pemilih kami. Kami punya tanggung jawab moral terhadap para pemilih kami sehingga sikap itu dilakukan," kata Gelmok di Hotel Santika Medan, Selasa (15/12).

Penahanan Rizieq Janggal, Demokrat: Perbuatan Penghasutan Saja Tak Bisa Dipidana

Halaman: 
Penulis : Iskandar