logo


Terancam Sanksi dari AS dan Uni Eropa, Erdogan: Tidak Akan Menghentikan Upaya Kami...

Presiden Turki mengaku sangat kecewa dengan adanya sanksi dari AS. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sanksi tersebut tidak akan menghentikan Turki untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya

15 Desember 2020 20:00 WIB

Presiden Turki Reccep Erdogan
Presiden Turki Reccep Erdogan istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku sedih atas penjatuhan sanksi dari AS dan Eropa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tekanan dari luar negeri tersebut tidak akan menghentikan mereka untuk terus mempertahankan hak dan kepentingan nasional Turki.

"Ini menyedihkan bahwa intensitas retorika sanksi terhadap negara kami terus meningkat belakangan ini di Amerika Serikat dan Eropa. Kebijakan terhadap Turki tersebut tidak akan menghentikan upaya kami untuk mempertahankan hak-hak kami," ujar Erdogan dalam sebuah konferensi pers, Senin (14/12).

"Bukan sanksi yang kami tunggu, tapi Uni Eropa untuk memenuhi janjinya, dan AS yang mendukung perjuangan kami melawan organisasi teroris di kawasan," tambahnya.


Diduga Lakukan Monopoli, Beijing Jatuhkan Sanksi Denda kepada Tencent dan Alibaba

Pada Senin (14/12), Kementerian Keuangan AS mengumumkan bahwa mereka menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat Turki dan industri pertahanan Turki (SSB), usai pemerintah Turki membeli alutsista buatan Rusia, S-400.

"Sanksi tersebut meliputi larangan kerja sama perdagangan dengan AS, pembekuan aset dan pemblokiran visa atas nama Dr Ismail Demir, Presiden SSB, dan sejumlah pejabat SSB lainnya," demikian pernyataan Kemenkeu AS dikutip Sputniknews.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia tersebut mengancam keamanan teknologi militer AS, mengingat Turki adalah salah satu negara anggota NATO yang merupakan aliansi AS.

"Pembelian sistem S-400 (oleh Turki) membahayakan keamanan teknologi dan personil militer AS, serta menyediakan dana substansial kepada sektor pertahanan Rusia, serta membuat Rusia memiliki akses pada pasukan bersenjata dan industri pertahanan Turki," kata Pompeo.

Pihak Uni Eropa juga membuka kemungkinan untuk segera menjatuhkan sanksi terhadap Turki pada pertemuan tingkat tinggi yang mereka gelar pada Jumat pekan lalu, termasuk pemberlakukan sejumlah pembatasan, seperti embargo senjata atau sanksi ekonomi.

Terkait hal tersebut, Uni Eropa dikabarkan berencana untuk berkonsultasi dengan AS terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan selanjutnya.

Turki Siap Ladeni Sanksi AS terkait Sistem Pertahanan S-400 dengan Aksi Balasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×