logo


Anggota DPRD DKI Ramai-ramai Walk Out, Denny Siregar ke PSI: Kalian Tidak Bisa Dijadikan 'Partner In Crime'

Denny menyadari bahwa mengubah budaya di dalam tubuh DPR itu sulit.

15 Desember 2020 05:00 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara soal aksi walk out para perwakilan fraksi partai saat Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta.

Diketahui, keluarnya sejumlah fraksi ini terjadi ketika PSI menyampaikan pandangan umumnya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi (RDTR-PZ).

Denny menilai budaya di dalam tubuh DPR itu memang sulit diubah. Dia mencoba memberi pemahaman kepada PSI yang berseberangan dengan fraksi lain.


Viral Foto Massa Pakai Kaus 'Bom Syahid FPI', Denny Siregar: Pemerintah, DPR dan Polisi Harus Bilang FPI Organisasi Teroris

“Adek-adekku di @psi_id.. Mengubah budaya di dalam tubuh DPR itu sulit. Mereka punya "bahasa" yang beda dengan kalian yang mencoba lurus dalam berpolitik," cuit akun Twitter @DennySiregar7, dikutip pada Selasa (15/12).

“Kalau mereka memusuhi kalian, bukan berarti kalian salah, tapi bisa jadi karena kalian tidak bisa dijadikan "partner in crime",” tuntasnya.

Diketahui, aksi walk out sejumlah fraksi hanya berlangsung saat PSI menyampaikan pandangannya terkait kenaikan anggaran Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) 2021. Setelah PSI selesai membacakan, para fraksi mulai kembali ke ruang rapat paripurna untuk mendengar pandangan umum selanjutnya dari fraksi-fraksi.

Anggota DPR Fraksi Golkar Jamaludin membantah sudah 'janjian' dengan fraksi lain untuk walk out. Dia sendiri mengaku meninggalkan rapat karena kecewa dengan sikap PSI.

"Tidak, jadi ini tidak ada kesepakatan. Ini murni saya aja. Karena saya sudah kecewa dengan sikap-sikap seperti itu, apalagi ada bahasa bahwa DPRD ini merampok uang rakyat. Saya tersinggung, saya ngerampok siapa yang saya rampok. Kalo dia berani, ngomong sendiri sini jangan di media. Dia laki-laki apa perempuan itu yang ngomong rampok-rampok itu. Gitu maksud saya," ungkap Jamaludin kepada wartawan.

Sebut Risma Ditawari Jokowi Jadi Mensos, PSI: Tanpa Harus Jadi Gubernur Dulu

Halaman: 
Penulis : Iskandar