logo


Ukraina Ajukan Permohanan Status World Heritage bagi Kota 'Hantu' Chernobyl

Zona Chernobyl, kawasan yang terkontaminasi oleh radiasi nuklir, telah menjadi salah satu daya tarik wisata di Ukraina

13 Desember 2020 17:01 WIB

Salah satu sudut kota Chernobyl
Salah satu sudut kota Chernobyl istimewa

KIEV, JITUNEWS.COM - Lebih dari tiga dasa warsa usai bencana nuklir terburuk terjadi di reaktor nuklir Chernobyl yang membuat kota Pripyat menjadi terbengkalai layaknya kota hantu usai ditinggalkan oleh ribuan penduduknya, kini kunjungan wisatawan ke kota tersebut mulai mengalami peningkatan.

Hal tersebut membuat pemerintah Ukraina mengajukan permohonan kepada UNESCO untuk memberikan status kota tersebut sebagai salah satu warisan budaya dunia.

"Zona Chernobyl adalah sebuah landmark yang sudah terkenal, namun hingga hari ini, area ini masih belum memiliki status yang resmi," kata Maksym Polivko, seorang pemandu wisata di kota Pripyat kepada AFP.


Mark Zuckerberg Tak Akan Wajibkan Vaksinasi bagi Karyawan Facebook untuk Kembali Bekerja di Kantor

Pemerintah Ukraina berharap pengakuan dari UNESCO dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota mati tersebut sekaligus untuk menjaga kelestarian bangunan-bangunan terbengkalai yang ada di kota tersebut.

Ledakan yang terjadi pada bulan April 1986 silam telah meninggalkan sebuah kawasan seluas negara Luxemburg dengan tingkat radiasi nuklir tertinggi di dunia. Otoritas mengatakan bahwa kawasan tersebut sangat tidak aman bagi manusia untuk dapat hidup di dalamnya setidaknya untuk 24 ribu tahun ke depan. Namun, ketiadaan manusia di kota tersebut menjadi surga tersendiri bagi sejumlah hewan liar yang ada disana.

Polivko berharap dengan meningkatnya status kawasan tersebut, pemerintah Ukraina dapat bertindak lebih serius dalam mempertahankan infrastruktur kota 'hantu' Pripyat yang berjarak sekitar 20 kilometer dari reaktor nuklir Chernobyl, dan kawasan sekitarnya.

"Semua bangunan disini perlu adanya sejumlah perbaikan," ujar Polivko.

Pada tahun 2019 lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Chernobyl mencapai 124 ribu orang.

Sementara itu, menteri Kebudayaan Ukraina Oleksandr Tkachenko mengatakan bahwa gelombang wisatawan baik dari dalam maupun dari luar Ukraina menunjukkan pentingnya Chernobyl bagi seluruh manusia.

Tkachenko menegaskan bahwa status "World Heritage" dapat mendukung kawasan tersebut sebagai "tempat kenangan" yang nantinya dapat menjadi peringatan agar bencana nuklir tidak terulang di masa depan.

"Kawasan tersebut kemungkinan dan harus terbuka untuk pengunjung, namun kawasan tersebut juga seharusnya bisa lebih dari sekedar sebuah destinasi petualangan bagi pengunjung," ujar Tkachenko.

Permohonan status "warisan dunia" tersebut akan segera diajukan oleh pemerintah Ukraina sebelum Maret 2021, dimana keputusan akhirnya paling lambat diumumkan pada 2023 mendatang.

Samsung Bakal Kantongi Ratusan Juta Dolar jika Bersedia Bangun Pabrik di India

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia