logo


Samsung Bakal Kantongi Ratusan Juta Dolar jika Bersedia Bangun Pabrik di India

Pemerintah Uttar Pradesh akan memberikan bantuan finansial bagi Samsung untuk membuka fasilitas produksi layar ponsel

13 Desember 2020 16:10 WIB

Logo Samsung
Logo Samsung hl.co.uk

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Pemerintah Uttar Pradesh, salah satu negara bagian di India, pada Jumat (11/12) mengatakan bahwa mereka akan memberikan bantuan insentif kepada perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung, untuk membangun sebuah pabrik pembuatan layar ponsel senilai 48.25 miliar rupee atau USD 654.36 juta, dilansir dari Channel News Asia pada Minggu (13/12).

Dalam sebuah pernyataan tertulis, pemerintah Uttar Pradesh mengatakan bahwa Samsung berencana untuk memindahkan pabriknya yang ada di China, dimana rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Perdana Menteri Narendra Modi yang sebelumnya juga sudah bertujuan untuk menjadikan India sebagai salah satu pusat manufaktur teknologi, khususnya untuk perangkat smartphone.

India sendiri adalah pasar smartphone terbesar kedua di dunia dengan tingkat pertumbuhan yang sangat signifikan, sehingga membuat sejumlah perusahaan teknologi seperti Samsung dan banyak perusahaan lain berencana untuk memindahkan pabriknya ke negara tersebut.


Pasokan dari Brazil dan Australia Terganggu, Harga Biji Besi dari China Naik 10 Persen

Pemerintah India pada awal tahun 2020 ini juga sudah sepakat untuk menggelontorkan dana insentif mencapai USD 6.65 Miliar untuk menggenjot produksi smartphone domestik bagi 16 perusahaan, termasuk Samsung, Foxconn, Wistron dan Pegatron.

Pemerintah Uttar Pradesh juga mengatakan bahwa Samsung akan menerima 7 miliar ruppe dalam bentuk tunjangan finansial tanpa potongan pajak atas penyerahan lahan yang nantinya akan dibangun fasilitas pabrik yang diharapkan akan segera beroperasi mulai tahun 2021 mendatang dan menyerap 510 tenaga kerja baru.

Samsung sendiri sebenarnya sudah mengoperasikan salah satu pabrik ponsel terbesar di dunia di kawasan Uttar Pradesh.

 

Mark Zuckerberg Tak Akan Wajibkan Vaksinasi bagi Karyawan Facebook untuk Kembali Bekerja di Kantor

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia