logo


Mark Zuckerberg Tak Akan Wajibkan Vaksinasi bagi Karyawan Facebook untuk Kembali Bekerja di Kantor

Karyawan Facebook tidak diwajibkan melakukan vaksinasi untuk dapat kembali bekerja di kantor

13 Desember 2020 15:29 WIB

CEO Facebook Mark Zuckerberg - The Telegraph
CEO Facebook Mark Zuckerberg - The Telegraph

JAKARTA, JITUNEWS.COM - CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaannya tidak akan mewajibkan karyawan melakukan vaksinasi Covid-19 untuk dapat kembali bekerja di kantor. Hal tersebut ia sampaikan kepada para pegawai Facebook dalam pertemuan virtual pada Kamis (10/12) tengah pekan kemarin.

"Kantor kami tetap ditutup dan kemungkinan tidak akan dibuka sebelum vaksin Covid-19 tersedia secara luas," kata seorang perwakilan perusahaan kepada Business Insider.

"Pada sesi tanya jawab perusahaan kemarin, Mark (Zuckerberg) mengatakan bahwa dalam hal ini, berdasar apa yang kami ketahui, kami pikir tidak menjadi sebuah kewajiban bagi para karyawan untuk melakukan vaksinasi sebelum kembali bekerja di kantor. (Namun), Ia (Mark) menaruh kepercayaan terhadap vaksin dan berharap untuk mendapatkannya," imbuh karyawan Facebook yang tidak disebut namanya tersebut.


PBB Prediksi Pandemi Picu Resesi Global Terburuk Selama 80 Tahun Terakhir

Ia menekankan bajwa para karyawan nantinya tidak diharuskan untuk kembali bekerja di kantor hingga bulan Juli 2021 mendatang.

"Saat nantinya kami kembali bekerja di kantor, kami akan memberlakukan sejumlah aturan protokol, termasuk pemeriksaan, sosial distancing, penggunaan masker dan lain-lain. Kami juga akan terus bekerja sama dengan banyak pakar (kesehatan) untuk membuat perencanaan terhadap prioritas keamanan dan kesehatan semua karyawan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Zuckerberg sendiri sudah menyatakan dukungannya terhadap pendistribusian vaksin Covid-19. Ia juga mewawancarai pakar kesehatan AS Dr Anthony Fauci melalui Facebook livestream, serta mengatakan bahwa Facebook sudah memberikan penawaran bantuan kepada pemerintahan Joe Biden terkait penanganan Covid-19 di AS.

Pasokan dari Brazil dan Australia Terganggu, Harga Biji Besi dari China Naik 10 Persen

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia