logo


Permintaan Berlebihan, Pemerintah Tak Jadi Rekonsiliasi dengan Rizieq Shihab

Baru ditawari dialog, Rizieq sudah mendesak pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Habib Bahar bin Smith, Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat.

13 Desember 2020 10:46 WIB

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pemerintah sempat membuka pintu rekonsiliasi dengan Habib Rizieq Shihab. Upaya itu hampir ditempuh bahkan sebelum Imam Besar FPI tersebut pulang dari Arab Saudi.

Mahfud mengungkapkan, tawaran itu datang darinya dan ditujukan kepada pengacara Rizieq Shihab. Dia mengusahakan pertemuan itu terjadi di tempat netral.

"Penjelasan: Sebenarnya, malam sebelum MRS mendarat, tanggal 9/11/2020 jam 19 saya mengundang Tim Hukum MRS (Sugito dan Ari), saya ngajak diatur silaturrahim di tempat netral untuk berdialog dengan MRS untuk menjaga negara dan umat bersama-sama demi kebaikan rakyat dan umat," cuit akun Twitter @mohmahfudmd, dikutip pada Minggu (13/12).


Kronologi Penembakan Versi FPI Bohong, Abu Janda: Cuma Pendukung Teroris yang Percaya

Namun, Rizieq Shihab malah meminta hal yang berlebihan, seperti mendesak pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Habib Bahar bin Smith, Syahganda Nainggolan, Anton Permana, dan Jumhur Hidayat.

Mahfud menilai ekspektasi yang dikemukakan Rizieq terlalu tinggi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pemerintah berubah pikiran dan tidak mau melakukan rekonsiliasi dengan Rizieq.

"Tapi apa jawabnya? Hari pertama dia berpidato lantang, "Mau rekonsiliasi dengan syarat pemerintah membebaskan terpidana teroris, melepas tersangka tindak pidana dengan nama-nama tertentu. Loh, belum silaturrahim sudah minta syarat tinggi. Maka saya tegaskan, Pemerintah tak berencana rekonsiliasi dengan MRS," tulisnya.

Penahanan Rizieq Janggal, Demokrat: Perbuatan Penghasutan Saja Tak Bisa Dipidana

Halaman: 
Penulis : Iskandar