logo


Ingatkan Penguasa, Jimly: Jangan Anggap Remeh soal HAM!

Jimly menjelaskan materi terbanyak UUD 1945 sejak tahun 2000 adalah tentang HAM.

11 Desember 2020 23:24 WIB

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie.
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Guru besar fakultas hukum Universitas Indonesia (UI) Jimly Asshiddiqie mengatakan hampir semua instrumen Hak Asasi Manusia (HAM) sudah diadopsi jadi materi Pasal 28 A sampai dengan Pasal 28 J UUD 1945 sejak amandemen kedua tahun 2000.

“Tinggal promosi, implementasi dan penegakan di lapangan,” tutur akun Twitter @JimlyAs, dikutip pada Jumat (11/12).

“Tidak ada demokrasi sejati tanpa tegaknya HAM sebagai cermin sila kedua Pancsila. Semoga semua pemimpin terus ingat,” tegasnya.


Minta Usut Dalang Bentrokan Polri-Laskar FPI, PKS: Jangan Biarkan Kejahatan HAM Ini Berlarut

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan materi terbanyak UUD 1945 sejak tahun 2000 adalah tentang HAM. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak tak menganggap remeh soal pelanggaran kemanusiaan.

“Maka jangan anggap remeh soal HAM dalam praktik kekuasaan kapan pun, di manapun, oleh siapapun pemegang kekuasaan atau non-state actor sesama warga, ormas ataupun korporasi. Implementasinya menentukan kemajuan peradaban bangsa menurut sila kedua Pancasila,” ujarnya.

Menurutnya, pelanggaran HAM tidak bisa kadaluarsa dan dapat diproses kapan pun. Apabila tidak diproses sekarang, lanjut dia, kasus masih bisa dibongkar di masa mendatang.

“Sampai kapan pun bisa dibongkar dan diproses hukum. Maka siapa saja merasa pernah jadi korban, sambil diperjuangkan secepatnya, kumpulkan segala fakta dan data sebagai bukti di masa depan. Kalau tidak selesai sekarang di masa depan akan terus dapat diperjuangkan,” terang Jimly.

Kebijakan Joe Biden soal HAM Jauh Lebih Baik daripada Donald Trump?

Halaman: 
Penulis : Iskandar