logo


Cukai Rokok Naik, Golkar: Jangan Sampai Mematikan Usaha Rakyat

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen.

11 Desember 2020 11:24 WIB

Firman Soebagyo.
Firman Soebagyo. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen.

Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo mengingatkan dengan kenaikan cukai rokok jangan sampai membuat perekonomian dan mematikan usaha rakyat.

“Semangat untuk menaikan tarif cukai jangan hanya mengejar target peningkatan penerimaan negara dari sektor cukai saja, tetapi pemerintah harus lebih mementingkan kelangsungan usaha industri rokok skala menengah/ UKM ," kata Firman di Jakarta, Kamis (10/12/2020).


Dikenal Menyehatkan, Makanan Ini Justru Lebih Jahat dari Rokok, Apa Saja?

Mantan ketua Pansus RUU pertembakauan ini juga mengingatkan dengan menaikkan cukai rokok jangan sampai tidak sejalan dengan UU Cipta Kerja yang semangatnya untuk meningkatkan UMK sebagai pilar perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Keuangan mengumumkan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 12,5 persen.

Kenaikan ini terdiri dari, industri yang memproduksi sigaret putih mesin (SPM) golongan I 18,4 persen, sigaret putih mesin golongan II A 16,5 persen, sigaret putih mesin IIB 18,1 persen, sigaret kretek mesin (SKM) golongan I 16,9 persen, sigaret kretek mesin II A 13,8 persen, dan sigaret kretek mesin II B 15,4 persen.

Menko PMK: Merokok Adalah Faktor Defisit Nilai Budaya Indonesia

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar