logo


Sri Mulyani Naikkan Cukai Hasil Tembakau 2021, Saham Produsen Rokok Anjlok

Dengan diumumkannya kenaikan cukai hasil tembakau pada Kamis (10/11), sejumlah saham perusahaan produsen rokok Indonesia mengalami penurunan.

11 Desember 2020 11:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, pada Kamis (10/12) dalam menaikkan tarif cukai rokok pada tahun 2021 mendatang membuat sejumlah saham perusahaan rokok terbesar di Indonesia mengalami penurunan pada Jumat (11/12).

"Kita akan menaikkan cukai rokok sebesar 12.5 persen (rata-rata) di 2021," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis (10/11).

Dengan demikian, harga rokok juga akan naik sebesar 13-14 persen.


Diduga Lakukan Monopoli, Facebook Digugat oleh Pemerintah AS

"Kenaikan CHT [Cukai Hasil Tembakau] ini akan menyebabkan rokok jadi lebih mahal atau naik menjadi 13,7-14% sehingga makin tidak dapat terbeli,"

Berikut rincian kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2021 mendatang.

Sigaret Kretek Mesin (SKM)

SKM 1 : Kenaikan Rp 125/Batang atau 16,9% sehingga Tarif Cukai 2021 menjadi Rp 865/Batang
SKM IIA : Rp 65/Batang atau 13,8% atau menjadi Rp 535/Batang
SKM IIIB : Rp 70/Batang atau 15,4% atau menjadi Rp 525/Batang

Sedangkan untuk Sigaret Putih Mesin (SPM)

SPM I : Rp 145/Batang atau 18,4% atau Rp 935/Batang pada tahun 2021
SPM II A : Rp 80/Batang atau 16,5% menjadi Rp 565/Batang per tahun 2021
SPM IIIB : Rp 470/Batang atau 18,1% atau menjadi Rp 555/Batang per tahun 2021

"Jadi untuk rata-rata sebesar 12,5% kenaikannya. Untuk Sigaret Kretek tangan tidak mengalami kenaikan di 2021," tegas Sri Mulyani.

Keputusan tersebut membuat saham sejumlah produsen rokok terbesar di Indonesia mengalami penurunan.

Saham milik PT Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok sebesar 5,19% ke level harga Rp 41.975/unit, dan menjadi penurunan terbesar diantara produsen rokok Indonesia yang melantai di bursa saham, disusul PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan penurunan harga saham 4,49% ke level harga Rp 1.595/unit. Sedangkan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) turun tipis 0,84% ke level harga Rp 590/unit.

Hasil Hitung Cepat Pemkab Klaten, Bupati Petahana Sri Mulyani Menang Raup 50% Suara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia